banner 728x90
Daerah  

Sopir Becak Tewas Tabrak Pohon di Tebingtinggi, Drum Diduga Limbah PKS Raib dari Pos Laka

BeritaTrend.id| TEBINGTINGGI — Kecelakaan tunggal merenggut nyawa seorang sopir becak barang bernama Sudarno (40), Selasa (18/8/2026) sore.

Korban yang berprofesi sebagai karyawan PTPN IV Regional I Kebun Rambutan itu tewas di tempat setelah becak ViAR yang dikemudikannya menabrak pohon mahoni dan terperosok ke parit di Jalan Gunung Leuser, Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, sekitar pukul 16.45 WIB.

Sudarno mengalami luka parah di bagian kepala akibat benturan keras.

Saat kejadian, ia tak sendirian — seorang rekannya turut berada di becak sebagai penumpang sekaligus penjaga muatan.

Becak tersebut diketahui membawa tiga drum plastik biru berisi cairan yang diduga limbah pabrik, serta satu jeriken putih.

Drum Limbah Hilang di Pos Laka

Penelusuran tim media ke Pos Laka Lantas di Jalan Yos Sudarso menemukan kejanggalan.

Becak nahas itu memang terparkir di halaman pos, namun tiga drum plastik biru yang sebelumnya tercatat berada di lokasi kejadian tak lagi terlihat.

Saat dikonfirmasi, petugas piket menyebut drum tersebut telah diambil oleh petugas keamanan perkebunan (Papam) PTPN IV.

Petugas kemudian mengarahkan awak media untuk mendatangi kantor induk PTPN IV Regional I Rambutan guna mencari keterangan lebih lanjut.

Namun, upaya konfirmasi ke kantor tersebut menemui jalan buntu.

Baik Papam maupun Danton yang dituju tidak berada di tempat, sementara pesan dan panggilan telepon yang dilayangkan tim media tak kunjung mendapat respons.

Diduga Langgar Aturan Pengangkutan Limbah

Ketiadaan penjelasan resmi ini memunculkan dugaan adanya upaya menutup-nutupi kejadian dari sorotan publik.

Padahal, secara aturan, pengangkutan limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (POME) menggunakan becak jelas menyalahi standar keselamatan dan ketentuan lingkungan.

Limbah cair jenis ini semestinya diangkut memakai kendaraan tangki tertutup yang berizin resmi dan memenuhi standar teknis, mengingat sifatnya yang berbeban organik tinggi, berbau tajam, dan asam — sehingga berisiko besar bagi masyarakat dan lingkungan apabila tumpah di jalan umum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keamanan PTPN IV Regional I Rambutan, Serdang Bedagai, terkait insiden maupun raibnya drum diduga limbah tersebut.