BeritaTrend.id | – JAKARTA – Penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, mengungkapkan betapa istimewanya trofi FIFA ASEAN Cup 2026 setelah dirinya menjadi bagian penting dari skuad Garuda yang sukses mengangkat gelar juara.
Indonesia memastikan diri sebagai kampiun setelah melewati laga final penuh drama menghadapi Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin. Pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim tampil sengit sepanjang laga.
Dalam babak tos-tosan tersebut, Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 sekaligus mengukuhkan Garuda sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Ole Romeny, keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian di atas lapangan.
Trofi itu memiliki makna emosional yang jauh lebih besar karena diraih bersama rekan-rekan setim dan di hadapan dukungan luar biasa publik Indonesia.
Ole Romeny: Trofi Ini Sangat Berarti bagi Indonesia
Ole tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya ketika berbicara mengenai keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai turnamen.
Menurut pemain Fortuna Sittard tersebut, gelar juara yang diraih Indonesia menjadi bukti kuat mengenai kebersamaan skuad Garuda.
Ia bahkan menggambarkan tim nasional sebagai sebuah keluarga besar yang berjuang bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
“Sangat berarti, sangat berarti. Jika Anda melihat semua orang, anak-anak, semua orang, Anda tahu, trofi ini sangat berarti bagi Indonesia. Bagi kami, kami sangat bangga dan, ya, rasanya seperti satu keluarga besar,” kata Ole Romeny kepada wartawan di mixed zone SUGBK.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan Indonesia tidak hanya dirasakan sebagai sebuah prestasi olahraga, tetapi juga sebagai momen kebanggaan bagi seluruh anggota tim.
Bermain di hadapan puluhan ribu suporter di SUGBK juga membuat atmosfer kemenangan terasa semakin spesial.
Kontribusi Ole Romeny Tak Hanya Lewat Gol
Meski bukan menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia di turnamen, Ole Romeny memainkan peranan penting dalam perjalanan Garuda menuju gelar juara.
Ole selalu dipercaya sebagai starter dalam empat pertandingan yang dimainkan Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Dari empat penampilannya tersebut, Ole mencatatkan satu gol dan empat assist.
Menariknya, seluruh assist tersebut diberikan kepada Mitchell Baker, yang kemudian menjadi mesin gol utama Indonesia selama turnamen.
Baker mampu mencetak lima gol sekaligus mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak.
Sementara itu, Ole menjadi sosok yang banyak membantu membuka ruang dan menyediakan umpan matang untuk rekannya.
Kolaborasi keduanya pun menjadi salah satu senjata utama Timnas Indonesia sepanjang kompetisi.
Jika Baker berperan sebagai eksekutor akhir, Ole tampil sebagai pemain yang lebih bebas bergerak dan menjadi penghubung antarlini.
Duet Ole Romeny dan Mitchell Baker Jadi Ancaman
Ole menjelaskan bagaimana pola kerja samanya dengan Mitchell Baker di lini depan.
Ia menyebut Baker memiliki karakter seperti seorang target man, sedangkan dirinya lebih banyak bergerak bebas di sekitar lini pertahanan lawan.
“Ya, dia seperti seorang target man, sedangkan saya lebih seperti pemain yang memiliki peran bebas.”
Dengan karakter tersebut, Ole memiliki keleluasaan untuk mencari celah, turun menjemput bola, ataupun bergerak ke ruang kosong.
Ketika melihat Baker melakukan pergerakan menuju area berbahaya, Ole tinggal mengirimkan bola ke arah yang tepat.
“Jadi, saya bergerak di sekelilingnya. Ketika saya melihat dia berlari, saya tinggal memberikan bola kepadanya dan kami bisa mencetak gol,” ujar pemain Fortuna Sittard itu.
Kombinasi tersebut terbukti efektif. Empat assist Ole semuanya berujung pada gol Baker.
Hubungan permainan keduanya juga menjadi gambaran bagaimana Timnas Indonesia tidak hanya mengandalkan satu pemain untuk menciptakan peluang.
Pergerakan tanpa bola, visi Ole, serta kemampuan Baker dalam menyelesaikan peluang menjadi kombinasi yang sulit dihentikan lawan.
Statistik Ole Romeny Bersama Timnas Indonesia Makin Menjanjikan
Performa di FIFA ASEAN Cup 2026 turut menambah catatan positif Ole Romeny bersama Timnas Indonesia.
Sejak menjalani debut pada 20 Maret tahun lalu, Ole telah mengoleksi 14 penampilan bersama skuad Garuda.
Dalam periode tersebut, pemain kelahiran Belanda itu telah menyumbangkan tujuh gol dan enam assist.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Ole bukan hanya memiliki kemampuan mencetak gol, tetapi juga mampu memberikan kontribusi melalui kreativitas dan distribusi bola.
Perannya pun semakin terlihat ketika Timnas Indonesia menghadapi pertandingan-pertandingan penting.
Kemampuan Ole untuk bergerak di antara lini tengah dan pertahanan lawan memberikan variasi dalam permainan ofensif Indonesia.
Ia tidak selalu harus menjadi pemain yang berada di posisi paling depan untuk memberikan dampak.
SUGBK dan Jersey Timnas Punya Arti Khusus bagi Ole
Selain berbicara mengenai trofi, Ole Romeny juga mengungkapkan perasaan khusus setiap kali dirinya mengenakan jersey Timnas Indonesia.
Bermain di kandang sendiri, terutama di hadapan suporter Indonesia, disebutnya selalu memberikan pengalaman yang luar biasa.
“Setiap kali kami bermain, kami merasa sangat bangga mengenakan jersi ini.”
Bagi Ole, atmosfer pertandingan kandang membuat pengalaman membela Indonesia terasa semakin istimewa.
“Jadi, tidak, setiap saat, terutama ketika bermain di kandang, rasanya luar biasa,” tuturnya.
Dukungan suporter di SUGBK memang menjadi salah satu faktor yang membuat pertandingan final melawan Thailand terasa berbeda.
Nyanyian dan dukungan dari tribun terus mengiringi perjuangan para pemain hingga akhirnya Indonesia memastikan kemenangan melalui drama adu penalti.
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Modal Penting Timnas Indonesia
Keberhasilan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 tentu memberikan modal berharga bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Selain menghadirkan trofi, keberhasilan tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain.
Terlebih, skuad Garuda berhasil melewati pertandingan final yang penuh tekanan dan menentukan juara melalui adu penalti.
Bagi Ole Romeny, pengalaman tersebut juga semakin memperkuat ikatan antarpemain.
Ia tidak hanya melihat gelar tersebut sebagai pencapaian individu ataupun statistik pemain.
Lebih dari itu, trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi hasil kerja kolektif seluruh tim.
Dengan Ole Romeny sebagai salah satu kreator serangan dan Mitchell Baker sebagai mesin gol, Indonesia memiliki kombinasi yang berhasil memberikan warna berbeda sepanjang turnamen.
Kini, perhatian tentu akan tertuju pada perjalanan Timnas Indonesia berikutnya.
Jika chemistry Ole Romeny dan Mitchell Baker terus berkembang, bukan tidak mungkin keduanya kembali menjadi bagian penting dari lini serang Garuda dalam berbagai pertandingan mendatang.
Satu hal yang pasti, trofi FIFA ASEAN Cup 2026 telah memberikan kenangan istimewa bagi Ole Romeny.
Bukan hanya karena ia ikut membawa Indonesia menjadi juara, tetapi karena gelar tersebut diraih bersama sebuah tim yang menurutnya sudah terasa seperti satu keluarga besar.



