Daerah  

Buka KDMK di Unsri, Bima Arya Soroti Pentingnya Kepemimpinan Desa

BeritaTrend.id|– PALEMBANG – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan kepala desa agar memiliki visi, keberpihakan, dan skala prioritas yang jelas dalam memimpin wilayahnya.

Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi kunci agar pembangunan desa berjalan terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Bima saat membuka program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan III di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 4 November 2026.

Menurut Bima, seorang pemimpin tidak harus menjalankan seluruh program yang direncanakan sekaligus.

Kepala desa perlu menentukan kegiatan paling mendesak dan berdampak besar agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.

Ia juga mengingatkan agar kepemimpinan desa tidak terjebak pada rutinitas birokrasi dan kegiatan seremonial.

Baginya, keberadaan pemerintah harus terlihat melalui pelayanan publik yang mudah diakses dan benar-benar dirasakan warga.

Bima mencontohkan pelayanan administrasi kependudukan dan Posyandu sebagai bentuk nyata kehadiran negara.

Pelayanan yang ramah, cepat, serta sesuai kebutuhan masyarakat dinilai lebih penting daripada sekadar kegiatan formal.

Dalam kesempatan itu, ia mengangkat kisah Ketua RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, Taufiq Supriadi Yusuf, yang berhasil menghadirkan berbagai inovasi lingkungan.

Mulai dari penghijauan gang, pemasangan CCTV terintegrasi, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, hingga transparansi laporan keuangan.

Contoh lainnya datang dari Ari Anggara, Perbekel Desa Batuan, Kabupaten Gianyar, Bali.

Meski menghadapi kondisi keuangan desa yang defisit saat awal menjabat, Ari mampu mengembangkan potensi lokal melalui kegiatan seni, pelatihan menari dan memahat bagi anak-anak, serta pengembangan wisata berbasis masyarakat.

Dari kedua kisah tersebut, Bima menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan sangat menentukan perubahan yang dirasakan masyarakat.

Karena itu, kepala desa harus mampu menerjemahkan gagasan menjadi program konkret.

Selain kepemimpinan, Bima menyoroti pentingnya kemampuan membaca dan menganalisis data.

Kepala desa diharapkan memahami kondisi ekonomi, kebutuhan, serta potensi warganya sebelum menetapkan kebijakan pembangunan.

Ia berharap Universitas Sriwijaya dapat memberikan pembekalan kepada para peserta KDMK, khususnya dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan desa berbasis data.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bernhard E.

Rondonuwu mengatakan, KDMK menjadi ruang pembelajaran bagi kepala desa untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital, kepemimpinan publik, inovasi pelayanan, hingga penguatan ekonomi desa.

Program tersebut juga membuka peluang kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, praktisi, dan kepala desa dari berbagai daerah.

Kegiatan KDMK Angkatan III diikuti 255 kepala desa terpilih dari Sumatera Selatan.

Hadir pula Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rektor Unsri Taufiq Marwa, serta jajaran pimpinan dan akademisi Universitas Sriwijaya.