Daerah  

Sampah Menggunung di Babakan, DLH Tangsel Janji Cek Lokasi, Warga Menunggu

BeritaTrend.id|- TANGERANG SELATAN — Tumpukan sampah di Babakan, Setu, Tangerang Selatan, bukan lagi sekadar perkara pemandangan kumuh.

Di balik gunungan limbah itu, warga melihat ancaman yang lebih serius: pencemaran lingkungan, potensi kebakaran, dan dugaan pembiaran lokasi menjadi tempat pembuangan sampah yang tidak semestinya.

Laporan warga telah disampaikan. Janji pengecekan lokasi telah diberikan.

Namun, hingga berita ini ditulis, warga masih menunggu tindakan nyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan.

Pertanyaan yang kini mengemuka sederhana, tetapi mendesak: berapa lama lagi warga harus menunggu sebelum tumpukan sampah itu ditangani?

Dua Kali Mengadu, Penanganan Belum Terlihat

Persoalan sampah di Babakan mula-mula disampaikan warga kepada pengurus RT dan RW setempat.

Ketika belum memperoleh tanggapan yang diharapkan, warga membawa persoalan tersebut ke DLH Tangsel.

Laporan pertama disampaikan pada 28 Agustus 2026.

Lima hari kemudian, pada 3 September 2026, warga kembali mendatangi DLH. Dalam pertemuan itu, warga bertemu dengan salah satu pegawai fungsional.

Dari pertemuan tersebut, warga memperoleh informasi bahwa DLH akan mengecek lokasi dan memasang plang bertuliskan “Dilarang Buang Sampah di Tempat Ini” paling lambat sekitar dua minggu.

Janji itu semestinya menjadi awal penanganan. Namun, bagi warga, janji bukanlah pengganti tindakan di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, warga menyatakan belum melihat penanganan yang diharapkan. Tumpukan sampah masih menjadi sumber kekhawatiran.

Dua kali laporan telah disampaikan. Satu rencana penanganan telah dijanjikan.

Kini, persoalannya bukan lagi apakah pemerintah mengetahui masalah tersebut, melainkan kapan respons itu benar-benar hadir di lokasi.

Ketika Sampah Bukan Lagi Sekadar Sampah

Tumpukan sampah yang dibiarkan menumpuk berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan keselamatan.

Sampah yang tercampur, terutama jika mengandung bahan mudah terbakar, dapat memperbesar risiko kebakaran.

Warga juga menduga terdapat aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi Babakan.

Dugaan ini perlu diperiksa secara langsung oleh petugas berwenang untuk memastikan apakah pembakaran benar terjadi, siapa yang melakukannya, dan apakah aktivitas tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sebab, jika dugaan pembakaran itu benar, persoalannya menjadi lebih luas.

Bukan hanya tentang sampah yang menumpuk, tetapi juga tentang potensi asap, gangguan kualitas udara, dan ancaman api yang dapat merambat ke lingkungan sekitar.

Namun, seluruh dugaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kabar dari mulut ke mulut.

Pemeriksaan lapangan, dokumentasi, dan keterangan resmi diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Di titik inilah kehadiran DLH menjadi penting.

Pisangan Memberi Peringatan

Kekhawatiran warga Babakan semakin beralasan setelah kebakaran tumpukan sampah terjadi di Pisangan, Ciputat Timur, pada 3 September 2026.

Dalam informasi yang disampaikan warga, api masih menyala beberapa meter di bawah permukaan timbunan sampah.

Kondisi itu membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebakaran pada timbunan sampah bukan persoalan sederhana.

Api yang tampak padam di permukaan belum tentu berarti seluruh sumber bara telah benar-benar hilang.