banner 728x90
Daerah  

Pemuda Minta Batas Kapiraya Diselesaikan Sebelum Pembangunan

BeritaTrend.id|- TIMIKA — Rencana menjadikan Kapiraya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika mendapat sorotan dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat.

Mereka meminta pemerintah menyelesaikan persoalan batas wilayah terlebih dahulu sebelum pembangunan fisik dimulai.

Kapiraya dinilai menjadi kawasan strategis sekaligus titik temu kepentingan Kabupaten Mimika, Deiyai, Dogiyai, dan Kaimana.

Karena itu, ketidakjelasan tapal batas dikhawatirkan memicu sengketa administrasi, persoalan hak ulayat, hingga konflik antarmasyarakat.

“Kapiraya tidak bisa sekadar direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi jika kepastian hukum dan keadilan wilayah belum jelas,” tegas perwakilan pemuda.

Menurut mereka, pembangunan di kawasan yang status wilayahnya belum disepakati berisiko sia-sia.

Proyek yang terlanjur dibangun dapat dipersoalkan, dihentikan, atau bahkan memunculkan klaim dari daerah lain.

Selain batas administrasi, masyarakat adat diminta menjadi bagian penting dalam proses penentuan wilayah.

Hak ulayat dan sejarah penguasaan tanah dinilai tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pembangunan maupun garis administratif semata.

Pemuda dan tokoh masyarakat mendesak Gubernur Papua Tengah bersama DPRD Papua Tengah segera memediasi persoalan tersebut dengan melibatkan pemerintah Kabupaten Mimika, Deiyai, Dogiyai, dan Kaimana.

Proses mediasi juga diharapkan melibatkan dewan adat, tokoh masyarakat, Bappeda, Dinas PUPR, serta instansi pertanahan untuk mencocokkan data peta, sejarah wilayah, dan bukti penguasaan tanah.

Mereka meminta hasil penentuan batas dituangkan dalam kesepakatan resmi yang ditandatangani seluruh pihak dan memiliki dasar hukum yang jelas.

“Kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya ingin pembangunan berjalan adil, tidak merugikan masyarakat, dan berdiri di atas kepastian wilayah,” ujarnya.

Bagi masyarakat, penyelesaian tapal batas bukan penghambat pembangunan Kapiraya, melainkan fondasi agar rencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi baru tidak berubah menjadi sumber konflik di kemudian hari.