BeritaTrend.id|– JAKARTA – Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, memprediksi polemik dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri dan sejumlah perwira tinggi Polri tidak akan berlangsung panjang.
Ia menilai isu tersebut berpotensi meredup seiring munculnya pertimbangan stabilitas politik dan kepentingan negara.
Menurut Nurullah, apabila dugaan keterlibatan pihak dengan kedudukan lebih tinggi benar adanya, bukan tidak mungkin persoalan tersebut akan segera diredam agar tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan.
Ia berpendapat, konflik yang terus bergulir berisiko menyita perhatian publik, menguras energi pemerintah, bahkan memengaruhi stabilitas nasional.
Selain itu, Nurullah memperkirakan Presiden Prabowo Subianto akan mengambil sikap hati-hati dalam menyikapi persoalan tersebut.
Menurut dia, pengusutan yang terlalu jauh berpotensi memunculkan pertukaran informasi sensitif yang dapat menyentuh kepentingan negara.
Terkait kemungkinan sanksi terhadap mantan Kapolri dan sejumlah jenderal yang disebut dalam perkara itu, Nurullah memperkirakan proses hukum belum tentu berujung pada hukuman berat.
Ia membuka kemungkinan penyelesaian melalui sanksi administratif maupun pidana ringan.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan perkara tersebut tetap perlu dicermati.
Masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Nurullah menegaskan, keadilan harus tetap menjadi prinsip utama.
Proses hukum, kata dia, semestinya berjalan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan bebas dari tekanan pihak mana pun.



