BeritaTrend.id|– KENDARI,- dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat industri Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) di kawasan timur Indonesia.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri saat memimpin upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari di Balai Kota Kendari, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Wiyagus, posisi strategis Kendari semakin diperkuat dengan penyelenggaraan forum internasional United Cities and Local Government (UCLG) ASPAC 2026 yang menempatkan kota tersebut sebagai sorotan kawasan Asia-Pasifik dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Ia menilai Kendari berhasil menunjukkan keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian budaya lokal.
“Kota yang modern namun tetap menjaga akar budayanya. Kota yang ambisius secara ekonomi namun tetap inklusif secara sosial,” kata Wiyagus.
Selain itu, Kendari juga mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,16 persen atau melampaui rata-rata nasional.
Stabilitas harga daerah juga dinilai terkendali dengan angka inflasi sebesar 2,96 persen.
Capaian lain yang mendapat sorotan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari yang mencapai 86,36 dan menempatkannya di posisi keenam secara nasional.
Menurut Wiyagus, capaian tersebut menunjukkan hasil investasi pemerintah pada sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi biru melalui pengembangan kawasan Teluk Kendari yang dinilai mampu menjadi pusat pariwisata bahari terintegrasi sekaligus jalur distribusi komoditas unggulan di Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang terus berkembang, Kendari dinilai memiliki modal kuat untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi kreatif dan pusat industri MICE di Indonesia timur.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus turut menekankan lima agenda prioritas pembangunan daerah, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan kota berkelanjutan, penguatan pendidikan vokasi dan nutrisi, hingga menjaga ketahanan sosial budaya masyarakat.




