BeritaTrend.id | – JAKARTA — Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi jalannya demonstrasi mahasiswa pada 28 Oktober yang berlangsung tertib.
Ia menilai sinergi antara mahasiswa dan aparat kepolisian dalam mengawal penyampaian aspirasi mencerminkan kematangan demokrasi sekaligus menunjukkan pentingnya pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban umum.
Menurut Habiburokhman, mahasiswa telah menunjukkan sikap dewasa dengan menyampaikan aspirasi secara bermartabat.
Di sisi lain, aparat keamanan dinilai mampu menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan dialog dan tidak terpancing situasi di lapangan.
“Kami memantau langsung bagaimana aparat di lapangan bekerja dengan sangat sabar,” ujar Habiburokhman di Jakarta, Kamis.
Ia menilai keberhasilan pengamanan aksi tanpa ekses kekerasan menjadi indikator positif dalam penerapan prinsip Polri Presisi.
Prinsip tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui pelayanan yang profesional sekaligus penghormatan terhadap hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Habiburokhman juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), mulai dari Kapolri Jenderal Suyudi Aryo Seto, Kapolda Metro Jaya Irjen Dadang Hartanto, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung, atas peran mereka dalam pengamanan demonstrasi tersebut.
Ia berharap pola pengamanan yang mengutamakan komunikasi dua arah, dialog, dan pendekatan humanis dapat terus dipertahankan.
Menurut dia, langkah tersebut penting agar demonstrasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi dapat berlangsung aman tanpa mengabaikan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik.
Pemerintah Tegaskan Aspirasi Mahasiswa Harus Dihargai
Sebelumnya, pemerintah menyatakan menghormati aspirasi mahasiswa yang disampaikan melalui demonstrasi.
Kebebasan berpendapat dinilai sebagai bagian penting dari kehidupan demokrasi yang harus dijaga, termasuk ketika masyarakat menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan kritik, aspirasi, dan pengawasan publik memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober.
Menurut Syahganda, berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan demikian, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi tidak hanya menjadi bentuk kebebasan berekspresi, tetapi juga bagian dari mekanisme pengawasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan.
Sinergi antara demonstran dan aparat keamanan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga ruang demokrasi tetap terbuka.
Tantangannya adalah memastikan pendekatan yang mengedepankan dialog dan penghormatan terhadap hak warga negara dapat diterapkan secara konsisten dalam setiap aksi penyampaian pendapat di masa mendatang.



