Daerah  

Bottle Neck SPBU BP-AKR Tangsel Rawan Kecelakaan

BeritaTrend.id|TANGERANG SELATAN — Kondisi penyempitan jalan atau bottle neck di depan SPBU BP-AKR, Kota Tangerang Selatan, kembali menjadi sorotan warga.

Titik tersebut dinilai rawan kecelakaan, terutama saat jam sibuk ketika arus kendaraan meningkat tajam.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan yang keluar masuk SPBU kerap memakan badan jalan.

Situasi itu membuat ruang kendaraan semakin sempit dan memicu perlambatan arus lalu lintas, khususnya saat truk tangki BBM melintas bersamaan dengan sepeda motor dan mobil pribadi.

Sejumlah pengendara mengaku harus meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut. Mereka menilai kondisi jalan yang menyempit membuat kendaraan saling berebut jalur dan meningkatkan risiko kecelakaan.

“Kalau jam padat cukup berbahaya karena kendaraan dari belakang sering melaju cepat. Pengendara jadi harus ekstra hati-hati,” ujar salah seorang warga.

Meski demikian, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan kondisi tersebut masih dalam pengawasan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Martha Lena mengatakan penyempitan jalan belum berdampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan secara umum, namun tetap memiliki risiko dari sisi keselamatan.

Menurut Martha, penataan infrastruktur di titik tersebut diperlukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus memperbaiki kelancaran lalu lintas secara menyeluruh.

Ia menjelaskan, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) sebenarnya telah memasukkan rencana pembebasan lahan dan penataan kawasan itu dalam program tahun 2025.

Namun pelaksanaannya masih tertunda akibat keterbatasan anggaran daerah.

Pemerintah daerah, kata dia, terus melakukan koordinasi lintas instansi agar penanganan di lokasi tersebut dapat segera direalisasikan.

Warga berharap langkah penataan tidak berhenti sebatas perencanaan.

Selain pelebaran jalan, masyarakat juga meminta pengawasan terhadap aktivitas kendaraan tangki BBM, penambahan rambu peringatan, marka jalan, hingga petugas pengatur lalu lintas pada jam padat.

Pengamat transportasi menilai kondisi bottle neck di kawasan dengan mobilitas tinggi tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi memicu kecelakaan beruntun jika tidak segera ditangani.

(FAISOL.S.Ag)*