BeritaTrend.id|– Balikpapan — Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa program perumahan rakyat bukan sekadar penyediaan hunian, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, pembangunan perumahan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan angka kemiskinan.
Pernyataan itu disampaikan Tito saat berdialog dengan para pengembang di Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan pusat, terutama terkait kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemerintah, kata dia, telah memberikan insentif berupa pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian terjangkau.
“Semakin banyak perumahan dibangun, semakin besar dampaknya terhadap penurunan kemiskinan,” ujar Tito.
Selain itu, sektor perumahan dinilai mampu menggerakkan rantai ekonomi, mulai dari industri bahan bangunan hingga peningkatan nilai lahan.
Dampak lanjutannya, penerimaan daerah dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) ikut terdongkrak.
Dalam kesempatan itu turut hadir Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman , Gubernur Kalimantan Timur , serta Wali Kota Balikpapan .




