Daerah  

Diduga Tipu Kontraktor Berkedok Proyek Miliaran, Dirut PT Rama Saragih Sejahtera Terancam Dilaporkan ke Polda Sumut

BeritaTrend.id|Medan — Direktur Utama PT Rama Saragih Sejahtera, Rahma Saragih, bersama suaminya E. Saifuddin Siregar diduga terlibat praktik penipuan berkedok proyek pembangunan Waserah, Waserda, dan Pasar Bersih bernilai miliaran rupiah.

Sejumlah kontraktor yang merasa dirugikan kini bersiap melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumatera Utara.

Para korban mengaku dijanjikan proyek dengan nilai fantastis, mulai dari pembangunan Waserah senilai Rp7,5 miliar, Waserda Rp11 miliar hingga proyek Pasar Bersih dengan pagu mencapai Rp120 miliar.

Namun sebelum proyek berjalan, para rekanan diwajibkan menyetor dana antara 2 hingga 3 persen dari nilai proyek sebagai syarat mendapatkan kontrak pekerjaan.

Salah seorang korban, H. Selamat, warga Kisaran, mengatakan dirinya telah menyetorkan uang sebesar Rp250 juta kepada pihak perusahaan setelah dijanjikan proyek pembangunan Waserah senilai Rp7,5 miliar dengan uang muka proyek sebesar 30 persen.

“Sudah berbulan-bulan proyek tidak berjalan dan uang saya juga tidak dikembalikan. Ini diduga sindikat penipuan berkedok proyek,” ujarnya, Rabu, 13 Mei 2026.

Menurut pengakuannya, proses penawaran proyek dilakukan secara meyakinkan. Korban bahkan diajak survei ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai area pembangunan proyek.

Namun belakangan diketahui sebagian lahan tersebut bukan milik perusahaan.

Korban lain menyebut PT Rama Saragih Sejahtera bersama CV Sisako diduga dijadikan alat untuk merekrut calon kontraktor dan menarik setoran dana dari para mitra.

Modus yang digunakan antara lain menjanjikan proyek besar, memperlihatkan dokumen perusahaan, hingga menunjukkan bukti transfer dana yang belakangan diduga palsu.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rahma Saragih mengklaim dana proyek mencapai triliunan rupiah dan mengaku telah mentransfer dana kepada sejumlah mitra.

Namun, korban menilai bukti transfer yang diberikan hanya hasil editan dan tidak disertai dokumen resmi perbankan.

Kasus ini memicu keresahan para kontraktor yang merasa tertipu.

Mereka meminta aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penipuan proyek tersebut dan menindak seluruh pihak yang terlibat.

(SY)*