Nusron Wahid :Wanti-wanti Potensi Sengketa di Kawasan PSN

BeritaTrend.id|Jakarta – Kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan tanah wakaf terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat lonjakan signifikan jumlah bidang tanah wakaf yang telah tersertifikasi.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyebut jumlah tanah wakaf yang terdaftar saat ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding satu dekade lalu.

Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas dari peran para wakif dan nazir yang semakin memahami pentingnya legalitas aset wakaf.

“Jika dibandingkan tahun 2015-2016 yang baru sekitar 100 ribu bidang, saat ini jumlahnya bertambah sekitar 200 ribu bidang atau meningkat 206 persen,” kata Nusron dalam International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 di Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.

Nusron menilai tren tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga aset umat melalui kepastian hukum.

Sertifikasi tanah wakaf dinilai menjadi instrumen penting agar aset yang diperuntukkan bagi kepentingan sosial dan keagamaan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Ia mengingatkan, tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat rentan menghadapi sengketa, terutama ketika nilai lahan meningkat akibat pembangunan infrastruktur atau Proyek Strategis Nasional (PSN).

Kondisi ini banyak ditemukan di sejumlah wilayah Pulau Jawa, termasuk kawasan Jabodetabek dan Banten.

Menurut Nusron, kenaikan nilai ekonomi tanah kerap memicu munculnya klaim kepemilikan atau tuntutan dari pihak tertentu terhadap lahan yang sebelumnya telah diwakafkan.

Risiko tersebut semakin besar apabila status hukum tanah belum memiliki kepastian yang kuat.

Karena itu, ATR/BPN mendorong para nazir untuk segera mengurus sertifikasi tanah wakaf guna mencegah konflik berkepanjangan sekaligus menjaga keamanan aset umat.

Pemerintah berharap percepatan sertifikasi tanah wakaf terus berlanjut sehingga semakin banyak aset keagamaan dan sosial yang terlindungi secara hukum serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.