Daerah  

Cicit Rais Syuriyah Pertama PCNU Banyuwangi Pimpin MWCNU Kalipuro

BeritaTrend.id|BANYUWANGI – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalipuro menetapkan Ustadz Abdul Gani sebagai Rais Syuriyah dan Ustadz Nanang Mustain sebagai Ketua Tanfidziyah untuk masa khidmat 2026–2031.

Terpilihnya Abdul Gani menarik perhatian warga nahdliyin karena memiliki hubungan historis dengan perjalanan NU di Banyuwangi.

Ia merupakan cicit KH Maksum, tokoh yang tercatat sebagai Rais Syuriyah pertama PCNU Banyuwangi.

Alumni Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, itu menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar posisi struktural, melainkan bagian dari pengabdian kepada organisasi dan umat.

“Ini bukan tentang jabatan, tetapi ruang khidmah. Mengemban amanah di jalur Syuriyah, tempat buyut saya dahulu berjuang, menjadi tanggung jawab spiritual yang besar,” kata Abdul Gani usai penetapan hasil konferensi.

Menurut dia, warisan perjuangan ulama pendahulu harus diterjemahkan dalam langkah-langkah yang relevan dengan perkembangan zaman.

Karena itu, ia menargetkan MWCNU Kalipuro menjadi MWC percontohan dengan menerapkan digitalisasi secara menyeluruh.

Program tersebut mencakup pengelolaan administrasi organisasi, pendataan jamaah, penguatan dakwah berbasis teknologi, hingga pengembangan ekonomi digital warga nahdliyin.

“Digitalisasi akan menjadi fondasi tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan transparan,” ujarnya.

Kepemimpinan baru MWCNU Kalipuro diharapkan mampu menghadirkan semangat pembaruan tanpa meninggalkan nilai-nilai dan sanad perjuangan ulama terdahulu.

Kehadiran Abdul Gani yang membawa jejak historis keluarga pendiri NU Banyuwangi dinilai menjadi simbol kesinambungan tradisi dan inovasi di tubuh organisasi.

Dengan visi tersebut, MWCNU Kalipuro berupaya menatap era digital sembari tetap menjaga akar keilmuan dan perjuangan yang telah diwariskan para ulama pendahulu.

(FAISOL.S.Ag)*