BeritaTrend.id|- JAKARTA – Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) tidak boleh hanya menjadi formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi dan jenjang karier.
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.H., menegaskan PKP harus menjadi ruang strategis untuk mencetak pemimpin operasional yang berintegritas, adaptif, inovatif, serta mampu membawa perubahan di lingkungan Kejaksaan.
Penegasan itu disampaikan Harli saat membuka PKP Angkatan I dan II Tahun 2026 yang diselenggarakan Badiklat Kejaksaan RI melalui Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan (Mapim), Kamis (30/7/2026).
“Pelatihan ini bukan formalitas administratif, tetapi proses pembinaan yang komprehensif untuk meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, etika, dan integritas,” tegas Harli.
Menurutnya, Badiklat Kejaksaan kini harus bergerak lebih jauh.
Tidak cukup hanya menjadi penyelenggara pendidikan dan pelatihan, Badiklat juga dituntut menjadi penggerak pengembangan kapabilitas institusi yang selaras dengan kebutuhan organisasi.
Harli bahkan menyebut Badiklat harus tampil sebagai mercusuar perubahan dalam menyiapkan aparatur Kejaksaan menghadapi tantangan penegakan hukum yang terus berkembang.
“Badiklat wajib menjadi mercusuar perubahan. Kita harus melahirkan pemimpin masa depan yang memiliki visi besar, keberanian moral, ketajaman analisis, kemampuan prososial, serta penguasaan teknologi digital,” ujarnya.
PKP Angkatan I dan II Tahun 2026 diikuti para pejabat Eselon IV dari satuan kerja Kejaksaan di berbagai daerah.
Pelatihan berlangsung mulai 30 Juli hingga 20 November 2026 dengan metode blended learning yang memadukan pembelajaran mandiri, e-learning, dan pembelajaran klasikal.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu membangun integritas, menyusun dan menjalankan program kerja, memperkuat kolaborasi, menciptakan inovasi, serta mengoptimalkan sumber daya organisasi.
Harli juga meminta jajaran Pusdiklat Mapim, widyaiswara, dan fasilitator menerapkan pengawasan serta penjaminan mutu secara ketat di setiap tahapan pelatihan.
Ia menekankan, para peserta memiliki peran penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan Kejaksaan menuju institusi yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.
“Di pundak Saudara estafet kepemimpinan institusi ini akan diteruskan. Jadilah pemimpin yang amanah, profesional, dan senantiasa menjaga kehormatan Kejaksaan Republik Indonesia,” pesan Harli.
(Agus Maulana)*




