Jelang Nataru 2026, Polri Sidak Pelabuhan Bakauheni-Merak, Ini Hasilnya

BeritaTrend.id | – JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mulai mematangkan persiapan pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau kesiapan infrastruktur sejumlah pelabuhan penyeberangan di jalur strategis Bakauheni, Lampung, hingga Merak, Banten.

Peninjauan yang berlangsung pada Kamis tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan. Fokus pemeriksaan mencakup kondisi fasilitas pelabuhan, akses jalan, hingga sistem pengaturan arus kendaraan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Polri Komjen Pol. Roycke Harry Langie mengatakan survei lapangan menjadi bagian dari proses pengumpulan data dan indikator dalam menyusun rencana operasi pengamanan Nataru.

Menurut Roycke, kesiapan infrastruktur di sejumlah titik yang telah diperiksa secara umum sudah memenuhi standar.

Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan, terutama menyangkut pengaturan jalur masuk dan keluar kendaraan di kawasan pelabuhan.

“Dari tiga titik yang sudah kami lihat, secara umum sudah sesuai standar. Nanti mungkin ada teknis-teknis lain yang akan kita atur, baik mulai dari jalur masuk maupun jalur keluar,” kata Roycke dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Lima Pelabuhan Masuk Agenda Peninjauan

Survei kesiapan infrastruktur tersebut dilakukan bersama Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin dan perwakilan sejumlah instansi terkait.

Rombongan mengawali kegiatan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Peninjauan kemudian berlanjut ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan Wika Beton yang berada di Kabupaten Lampung Selatan.

Setelah itu, rombongan menyeberang menuju wilayah Merak, Banten, untuk memeriksa Pelabuhan BBJ Bojonegara serta Pelabuhan Pelindo Ciwandan.

Pemeriksaan sejumlah pelabuhan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi lonjakan perjalanan masyarakat pada penghujung 2026.

Jalur penyeberangan yang menghubungkan Sumatera dan Jawa merupakan salah satu simpul transportasi yang perlu mendapat perhatian khusus ketika mobilitas masyarakat meningkat.

Polri menilai kesiapan fasilitas pelabuhan harus didukung pengaturan lalu lintas yang terencana.

Sebab, kelancaran penyeberangan tidak hanya bergantung pada kapasitas dermaga dan kapal, tetapi juga pada akses kendaraan, jalur antrean, serta manajemen keluar-masuk penumpang dan kendaraan.

Korlantas Sebut Infrastruktur Bakauheni Lebih Baik

Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin menilai kondisi infrastruktur di kawasan Pelabuhan Bakauheni menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penilaian tersebut merujuk pada hasil evaluasi selama dua tahun terakhir.

Perbaikan infrastruktur dinilai menjadi modal penting untuk mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode libur panjang akhir tahun.

“Berdasarkan evaluasi dua tahun terakhir, secara infrastruktur ini jauh lebih baik,” ujar Aries.

Meski kondisi infrastruktur mengalami peningkatan, kesiapan operasional tetap menjadi perhatian.

Pengaturan lalu lintas di sekitar pelabuhan perlu disesuaikan dengan potensi peningkatan volume kendaraan agar tidak menimbulkan penumpukan di pintu masuk maupun jalur menuju dermaga.

Hasil Survei Jadi Dasar Strategi Pengamanan Nataru 2026-2027

Hasil peninjauan lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Polri bersama instansi terkait untuk menyusun strategi pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Persiapan tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini, sekaligus menentukan langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan arus kendaraan secara signifikan.

Kegiatan survei turut dihadiri Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Pol. Turmudi, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja Awaludin, serta sejumlah perwakilan instansi terkait.

Sinergi antarlembaga menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pelayanan transportasi selama masa libur akhir tahun berjalan optimal.

Dengan evaluasi infrastruktur dan pematangan rekayasa lalu lintas sejak awal, pemerintah diharapkan dapat meminimalkan risiko kemacetan serta menjaga keselamatan masyarakat yang menggunakan layanan penyeberangan.

Persiapan Nataru 2026-2027 pun tidak hanya berorientasi pada kelancaran perjalanan, tetapi juga pada kepastian layanan transportasi yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.