Daerah  

Banjir Lumajang Meluas, Tiga Kecamatan Terdampak Akibat Hujan Deras

BeritaTrend.id | – JAKARTA – Bencana banjir, tanah longsor, dan tanggul jebol melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut selama 24 jam terakhir.

Bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan 1.417 rumah warga terdampak dan mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah desa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hujan deras yang berlangsung sejak malam 1 hingga 2 November 2026 memicu meluapnya aliran sungai, kerusakan tanggul, serta pohon tumbang di beberapa titik.

Kondisi tersebut memperparah dampak bencana dan menyebabkan akses transportasi warga terganggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan dampak banjir tersebar di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari.

Sedikitnya delapan desa terdampak, meliputi Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

Berdasarkan pendataan sementara Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, bencana tersebut berdampak terhadap 1.417 kepala keluarga (KK) dengan jumlah rumah terdampak mencapai 1.417 unit.

Selain merendam kawasan permukiman, bencana juga mengakibatkan sejumlah infrastruktur dan fasilitas penunjang kehidupan masyarakat mengalami gangguan.

Akses jalan, jaringan listrik, hingga lahan pertanian milik warga turut terdampak akibat banjir dan longsor.

“Bencana juga turut mengganggu akses jalan, jaringan listrik, hingga sektor lahan pertanian warga,” kata Berton Panjaitan.

Tim Gabungan Tangani Dampak Banjir dan Longsor Lumajang

BNPB menyebutkan, tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang bersama unsur gabungan masih melakukan penanganan darurat di sejumlah lokasi terdampak.

Salah satu prioritas petugas adalah memulihkan akses transportasi yang terputus akibat material longsor.

Tim di lapangan berupaya membuka kembali jalur tembus Tamansari-Iburaja yang sebelumnya tertutup material tanah longsor.

Upaya pembukaan akses tersebut menjadi penting agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat kembali berjalan.

Jalur yang terhambat berpotensi menyulitkan warga, terutama mereka yang tinggal di kawasan terdampak dan wilayah yang sulit dijangkau.

Di sisi lain, petugas terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi terkini masyarakat serta mengidentifikasi kerusakan rumah dan infrastruktur.

Pemantauan juga dilakukan terhadap kawasan yang berpotensi terisolasi, rumah warga yang terancam mengalami kerusakan, serta perkembangan debit air sungai.

BNPB Waspadai Potensi Bencana Susulan

Ancaman bencana susulan masih menjadi perhatian petugas di lapangan.

Kondisi tanggul, jembatan limpas, dan aliran sungai terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila hujan kembali mengguyur wilayah Lumajang.

Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar dampak bencana tidak semakin meluas.

Terlebih, kawasan yang telah mengalami banjir dan longsor berpotensi menghadapi risiko tambahan ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah daerah bersama tim gabungan juga menyiapkan distribusi bantuan logistik darurat bagi masyarakat terdampak.

Bantuan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai, lereng perbukitan, serta kawasan rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Warga juga diminta mengikuti informasi dan arahan petugas setempat apabila kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda bahaya.

Hingga proses penanganan berlangsung, petugas gabungan masih melakukan pendataan dan pemantauan di berbagai titik terdampak untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat pemulihan wilayah Kabupaten Lumajang.