BeritaTrend.id | – JAKARTA — Suasana haru mewarnai serah terima jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan Anto Mukti Putranto atau yang akrab disapa AMP tak kuasa menahan air mata ketika harus meninggalkan kantor yang selama hampir setahun menjadi tempatnya bekerja bersama jajaran KSP.
Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam pergantian kepemimpinan KSP.
Di hadapan para pegawai, Anto Mukti Putranto mengaku berusaha menahan perasaannya sejak awal acara.
Namun, suasana perpisahan membuat emosinya akhirnya pecah.
“Saya butuh tisu, saya agak emosional, terima kasih ya. Saya tentara, tapi bisa nangis juga ya.
Saya coba tahan dari tadi, tapi kan wajar manusiawi,” ujar AMP.
Pernyataan tersebut sontak menggambarkan sisi lain seorang mantan perwira TNI yang selama ini dikenal dengan karakter tegas dan disiplin.
Di tengah seremoni pergantian jabatan yang berlangsung formal, AMP justru menunjukkan bahwa perpisahan dengan orang-orang yang telah bekerja bersamanya memiliki makna personal.
Hampir satu tahun memimpin KSP membuat hubungan antara AMP dan para pegawai tidak hanya sebatas hubungan kedinasan.
Ia menyebut banyak hal telah dikerjakan bersama selama berada di lingkungan Istana.
AMP Pastikan Pergantian KSP Berlangsung Baik
Dalam kesempatan tersebut, Anto Mukti Putranto menegaskan bahwa dirinya meninggalkan jabatan Kepala Staf Kepresidenan dalam kondisi baik-baik saja.
Ia tidak ingin pergantian kepemimpinan KSP dipersepsikan sebagai sesuatu yang dilatarbelakangi persoalan internal.
Menurut AMP, pergantian tersebut merupakan bagian dari dinamika pemerintahan dan dirinya memberikan dukungan kepada kepemimpinan baru.
AMP juga menilai keberadaan KSP selama ini memberikan manfaat bagi kementerian dan lembaga maupun masyarakat.
Menurut dia, KSP memiliki posisi strategis dalam mengoordinasikan berbagai persoalan sekaligus memastikan program pemerintah dapat berjalan dan dikomunikasikan kepada publik.
Salah satu capaian yang disinggungnya adalah pengelolaan media sosial KSP yang dinilai berhasil memperoleh perhatian publik.
“Apa yang dilakukan oleh seluruh jajaran KSP ini sangat bermanfaat untuk kementerian/lembaga terkait dan masyarakat,” kata AMP.
Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran yang terlibat dalam pengelolaan komunikasi publik KSP.
Menurutnya, tingginya perhatian terhadap pemberitaan dan aktivitas media sosial menunjukkan bahwa kerja yang dilakukan lembaga tersebut dapat dilihat dan dirasakan masyarakat.
“Artinya orang melihat apa yang kita lakukan. Kita tidak perlu cerita kepada beliau, tapi apa yang kita lakukan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Pernyataan AMP menunjukkan bahwa komunikasi publik menjadi salah satu aspek yang semakin penting dalam kerja Kantor Staf Presiden.
Di tengah derasnya arus informasi digital, keberhasilan menyampaikan program pemerintah kepada masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan kebijakan.
AMP Percaya Qodari Bisa Lanjutkan Kinerja KSP
Meski harus meninggalkan jabatan, AMP menyatakan optimistis terhadap kepemimpinan Muhammad Qodari yang menggantikannya.
Menurut dia, Qodari memiliki latar belakang politik sekaligus kemampuan komunikasi yang dapat menjadi modal penting untuk melanjutkan pekerjaan KSP.
Ia berharap berbagai program dan sistem kerja yang sudah dibangun dapat terus dikembangkan pada periode kepemimpinan berikutnya.
Pergantian pimpinan, kata AMP, tidak berarti pekerjaan yang telah dilakukan berhenti.
Sebaliknya, tongkat estafet tersebut harus diteruskan agar fungsi KSP dalam membantu Presiden tetap berjalan secara optimal.
Di sisi lain, Muhammad Qodari memberikan penghormatan terhadap pekerjaan yang telah dilakukan AMP selama memimpin KSP.
Qodari menilai AMP berhasil membangun fondasi organisasi dalam waktu relatif singkat, mulai dari struktur kelembagaan, personalia, hingga berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kerja KSP.
Qodari Soroti Program KSP untuk Masyarakat
Dalam sambutannya, Qodari menyebut sejumlah capaian yang telah dilakukan KSP pada masa kepemimpinan Anto Mukti Putranto.
Salah satunya adalah upaya memperjuangkan transfer langsung tunjangan guru.
Selain itu, KSP juga disebut aktif mengawal berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Qodari, banyak kebijakan yang sebelumnya masih berada pada tahap pembahasan telah digodok dan dikawal melalui koordinasi KSP.
Termasuk di antaranya persiapan sejumlah peraturan presiden yang berkaitan dengan program pemerintahan.
Bagi Qodari, posisi KSP bukan sekadar kantor administratif di lingkungan Istana.
Lembaga tersebut memiliki peran untuk memastikan berbagai agenda Presiden dapat dikawal dan diterjemahkan dalam pelaksanaan di lapangan.
Ia menilai pekerjaan tersebut semakin penting ketika pemerintah membawa sejumlah program yang menyasar masyarakat secara langsung.
Qodari mengatakan dirinya meyakini bahwa berbagai program Presiden Prabowo ditujukan untuk kepentingan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini berada dalam kondisi kurang beruntung.
“Pada titik itulah kemudian memang saya meyakini betul bahwa program Pak Prabowo ini betul-betul untuk rakyat Indonesia, terutama yang kurang beruntung,” ujar Qodari.
“No Guts, No Glory” Jadi Semangat Baru KSP
Dalam kesempatan tersebut, Qodari juga memperkenalkan slogan yang akan menjadi semangat kepemimpinannya di KSP, yakni “no guts, no glory”.
Slogan tersebut kemudian dipadukan dengan semboyan yang sebelumnya dikenal dalam kepemimpinan AMP, yaitu “no road, no problem.”
Bagi Qodari, kedua slogan tersebut menggambarkan karakter yang ingin dibangun dalam menjalankan tugas KSP.
“No road, no problem” mencerminkan semangat untuk tidak berhenti ketika menghadapi hambatan.
Sementara “no guts, no glory” menekankan keberanian untuk mengambil langkah dan memperjuangkan kebijakan yang diyakini penting bagi masyarakat.
“Walaupun jumlah kita tidak banyak Pak, tapi saya yakin dengan slogan, no road, no problem, no guts, no glory, KSP akan maju,” kata Qodari.
Dengan semangat tersebut, Qodari ingin KSP tidak menjadi lembaga yang pasif. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam mengawal agenda Presiden, termasuk ketika berhadapan dengan berbagai persoalan yang kompleks.
Dari Persoalan Gizi hingga Kualitas SDM
Qodari juga menyinggung tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia.
Menurut dia, KSP harus ikut mengambil peran dalam mengatasi berbagai kesenjangan yang ada di tengah masyarakat.
Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek gizi dan kualitas sumber daya manusia.
Kesenjangan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Karena itu, KSP diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang menjadi sasaran.
Semangat tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi kepemimpinan Qodari untuk meneruskan berbagai pekerjaan yang telah berjalan sebelumnya.
Qodari Targetkan Media KSP Jadi Nomor Satu
Selain berbicara mengenai program pemerintah, Qodari juga menyinggung performa komunikasi publik KSP.
Ia menyebut media KSP saat ini berada pada peringkat kedua dalam konteks pemberitaan yang disampaikan dalam acara tersebut.
Qodari bahkan memasang target agar posisi tersebut dapat ditingkatkan menjadi peringkat pertama.
Target tersebut menunjukkan bahwa komunikasi publik akan tetap menjadi salah satu perhatian dalam kepemimpinan baru KSP.
Di era ketika opini publik bergerak sangat cepat melalui media sosial, kemampuan pemerintah menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami menjadi semakin penting.
KSP dituntut tidak hanya mengawal kebijakan, tetapi juga memastikan informasi mengenai kerja pemerintah dapat diterima masyarakat.
Perpisahan yang Berakhir dengan Persaudaraan
Di penghujung acara, suasana kembali menghangat ketika Qodari menyampaikan pesan kepada AMP.
Ia menegaskan bahwa pergantian jabatan tidak menghapus hubungan yang telah terbangun selama bekerja di lingkungan pemerintahan.
Menurut Qodari, AMP dan jajaran KSP akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar yang saling mendukung.
“Selamanya kita akan jadi saudara, insyaallah. Dimanapun kita bertemu, kita adalah saudara, kita saling mendukung,” ujar Qodari.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penutup dari sebuah fase kepemimpinan di KSP.
Anto Mukti Putranto meninggalkan jabatan Kepala Staf Kepresidenan setelah hampir satu tahun menjalankan tugas.
Sementara Muhammad Qodari memasuki babak baru dengan membawa latar belakang politik dan pengalaman komunikasi yang dimilikinya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 17 September, menggantikan Anto Mukti Putranto.
Pergantian tersebut menandai dimulainya fase baru KSP di bawah kepemimpinan Qodari.
Tantangannya bukan sekadar mempertahankan berbagai capaian yang sudah ada, melainkan memastikan lembaga tersebut semakin efektif dalam mengawal program prioritas Presiden Prabowo.
Sementara bagi AMP, perpisahan itu menjadi penutup perjalanan hampir satu tahun bersama jajaran KSP.
Air mata yang jatuh di tengah acara bukan sekadar simbol pergantian jabatan, tetapi juga menggambarkan kedekatan personal yang terbentuk selama menjalankan tugas di lingkungan Istana.
Kini tongkat estafet telah berpindah. Semangat “no road, no problem” yang menjadi warisan kepemimpinan sebelumnya bertemu dengan keberanian “no guts, no glory” yang dibawa Qodari.
Dari dua semboyan itulah, KSP diharapkan memasuki babak baru: lebih berani mengambil peran, lebih kuat mengawal program pemerintah, dan semakin dekat dengan kepentingan masyarakat.



