banner 728x90

Polda Metro Jaya Bongkar Rencana Kericuhan Demo DPR

Berita Trend.id|- Jakarta,- Polda Metro Jaya Tangkap 63 Orang Jelang Demo 27 Agustus di Jakarta
Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 63 orang menjelang aksi unjuk rasa yang digelar di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Penangkapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah polisi mencurigai adanya upaya penyusupan kelompok tertentu ke dalam barisan demonstran untuk memicu kekacauan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa puluhan orang yang diamankan itu terbagi dalam dua kelompok besar berdasarkan peran masing-masing dalam rencana aksi tersebut.

Menurutnya, dari total 63 orang, 10 di antaranya masuk klaster pembiayaan, sementara 53 lainnya merupakan klaster pelaksana lapangan.

Barang Bukti Bahan Peledak Rakitan
Dalam proses penangkapan, tim reserse Polda Metro Jaya turut menyita ratusan barang bukti dari para terduga pelaku.

Sebagian barang bukti tersebut diduga kuat merupakan perlengkapan untuk merakit bom molotov, yang rencananya akan digunakan untuk memancing kericuhan di tengah aksi damai penyampaian pendapat.

Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kelompok tersebut tidak sekadar ingin berpartisipasi dalam demonstrasi, melainkan telah merancang skenario kekerasan yang berpotensi mengancam keselamatan massa aksi maupun aparat keamanan.

Diduga Terkait Narasi Kelompok Anarko
Iman mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya pola pergerakan yang terstruktur dari kelompok ini.

Mereka disebut aktif memperkuat narasi yang berkaitan dengan gerakan anarko, sekaligus melakukan konsolidasi guna menciptakan kegaduhan di sela aksi unjuk rasa yang berlangsung damai.

Proses tersebut, menurut Iman, berjalan bertahap mulai dari penguatan dan pengumpulan narasi, dilanjutkan dengan mobilisasi massa, hingga persiapan sarana dan perlengkapan di lapangan.

Mobilisasi Lewat Media Sosial

Polisi juga menemukan indikasi bahwa mobilisasi massa dari kelompok ini dilakukan secara berjenjang, memanfaatkan berbagai platform media sosial dan aplikasi percakapan digital.

Pola rekrutmen dan koordinasi semacam ini disebut mempermudah penyebaran ajakan sekaligus penyamaran identitas para pelaku sebelum aksi berlangsung.

Ribuan Personel Diterjunkan Amankan Demo

Pada hari yang sama, tercatat 62 titik aksi unjuk rasa digelar di berbagai wilayah Jakarta, dengan sejumlah titik pusat berada di kawasan Gedung DPR/MPR RI dan Monumen Nasional (Monas).

Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan, kepolisian mengerahkan lebih dari 18.000 personel gabungan yang disebar di berbagai lokasi, dengan konsentrasi terbesar di sekitar kompleks parlemen.

Selain pengamanan personel, otoritas lalu lintas turut menerapkan rekayasa arus kendaraan secara situasional, menyesuaikan dinamika dan kepadatan di lapangan sepanjang hari aksi berlangsung.