BeritaTrend.id|- JAKARTA — Kawasan depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, mulai dipadati massa menjelang aksi unjuk rasa, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sejak sehari sebelumnya, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama sejumlah pengemudi ojek online (ojol) bertahan di sekitar lokasi.
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Massa AMPB datang membawa dua tuntutan utama, yakni percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan aksi di Jakarta merupakan kelanjutan dari perjuangan mereka setelah aspirasi di DPRD Kabupaten Pati tidak menemukan titik temu.
Mereka kemudian memilih menyampaikan tuntutan langsung ke DPR RI.
Botok juga membantah gerakan tersebut ditunggangi kepentingan politik.
Ia menegaskan aksi merupakan gerakan masyarakat dan tidak membawa agenda pemakzulan Presiden maupun Wakil Presiden.
Perjalanan massa menuju Jakarta sempat diwarnai penyekatan.
Sekitar pukul 13.30 WIB pada Rabu, lima bus yang membawa sekitar 200 anggota AMPB dilaporkan dicegat aparat setelah meninggalkan Kabupaten Pati.
Di tengah persiapan aksi, dukungan juga datang dari sejumlah kreator konten.
Pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, menyambangi massa AMPB untuk berdialog dan memberikan dukungan terhadap kebebasan menyampaikan aspirasi.
Ia tidak dapat mengikuti aksi utama karena harus berangkat ke Kalimantan untuk menyalurkan bantuan terkait karhutla.
Situasi di depan DPR sempat memanas ketika kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil Jakarta datang menggunakan mobil komando dan menyampaikan orasi.
Seruan agar pendatang tidak membuat kericuhan memicu protes dari sejumlah pengemudi ojol.
Kericuhan kecil sempat terjadi sebelum kelompok tersebut meninggalkan lokasi sekitar 15 menit kemudian.
Ojol Bertahan hingga Malam
Sejumlah pengemudi ojol memilih tetap bertahan di depan DPR.
Mereka menyatakan kehadirannya untuk mengawal massa Pati sekaligus menjaga bantuan logistik yang dihimpun dari masyarakat.
Pada Rabu malam, polisi sempat meminta massa membubarkan diri karena waktu penyampaian pendapat telah melewati pukul 18.00 WIB.
Setelah negosiasi lebih dari satu jam, massa Pati diminta meninggalkan lokasi, sementara kelompok ojol diperbolehkan bertahan untuk menjaga logistik.
Hingga lewat tengah malam, bantuan terus berdatangan.
Kardus berisi air mineral, nasi bungkus, roti, dan obat-obatan diangkut secara bergantian oleh para pengemudi ojol.
Situasi tersebut membuat kawasan depan DPR bukan hanya menjadi titik persiapan demonstrasi, tetapi juga lokasi konsolidasi dan solidaritas warga menjelang aksi 27 Agustus.




