Daerah  

Perawatan Sawit PTPN IV Kebun Rambutan Dipertanyakan

Asisten Afdeling Disebut Belum Ada

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, saat ini posisi asisten untuk Afdeling IV disebut belum terisi.

Menurut sumber tersebut, pengawasan sementara dialihkan kepada seorang askep bernama Gusti.

Sumber juga menyebut Gusti merangkap tugas di lingkungan Kebun Rambutan.

Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh tim media.

Tim media yang berada di lokasi bersama Anwar Tanjung dari lembaga yang bergerak di bidang konservasi lingkungan hidup kemudian berupaya meminta penjelasan kepada pihak yang disebut sebagai askep.

Namun, hingga berita ini disusun, konfirmasi yang disampaikan melalui WhatsApp belum memperoleh jawaban.

Dugaan Mark-Up Anggaran Perawatan Perlu Dibuktikan

Kondisi lapangan kemudian memunculkan pertanyaan yang lebih jauh: jika anggaran perawatan tanaman telah dialokasikan, sejauh mana pekerjaan tersebut benar-benar dilaksanakan?

Berdasarkan pantauan lapangan, tim media menemukan kondisi tanaman dan area panen yang diduga tidak sepenuhnya mencerminkan pelaksanaan perawatan sebagaimana mestinya.

Dari kondisi tersebut muncul dugaan adanya kegiatan perawatan yang tidak optimal, bahkan muncul tudingan mengenai kemungkinan mark-up anggaran maupun kegiatan perawatan fiktif.

Namun, tudingan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Untuk membuktikan dugaan mark-up atau pekerjaan fiktif, diperlukan pemeriksaan terhadap dokumen anggaran, rencana kerja, laporan realisasi pekerjaan, volume pekerjaan, pembayaran kepada pelaksana, serta perbandingan antara laporan administratif dan kondisi faktual di lapangan.

Karena itu, kondisi kebun semestinya menjadi pintu masuk bagi pemeriksaan internal maupun audit apabila terdapat indikasi ketidaksesuaian antara pekerjaan yang dilaporkan dengan pekerjaan yang benar-benar dilakukan.

Pertanyaan untuk Manajemen Kebun

Temuan di Afdeling IV juga menyisakan sejumlah pertanyaan yang layak dijawab oleh manajemen Kebun Rambutan.

Apakah pekerjaan pengutipan brondolan telah dilaksanakan sesuai standar? Bagaimana pengawasan terhadap pekerjaan perawatan tanaman?

Siapa yang bertanggung jawab melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan di afdeling tersebut?

Kemudian, apakah seluruh anggaran perawatan yang telah dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan volume pekerjaan yang benar-benar terlaksana?

Pertanyaan lain yang tak kalah penting adalah apakah kondisi kentosan, pelepah yang belum dibersihkan, brondolan yang tercecer, serta hasil panen yang diduga belum terangkut tersebut telah tercatat dalam laporan pengawasan kebun.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu penting untuk memastikan apakah persoalan yang ditemukan merupakan kelalaian teknis, lemahnya pengawasan, keterbatasan tenaga kerja, atau terdapat persoalan lain dalam tata kelola perawatan kebun.

Menunggu Penjelasan PTPN IV

Sampai berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari manajemen PTPN IV Kebun Rambutan maupun pihak yang disebut sebagai Asisten Kepala (Askep) mengenai kondisi Afdeling IV tersebut.

Konfirmasi mengenai status jabatan asisten afdeling, sistem pengawasan perawatan, realisasi anggaran pemeliharaan, serta dugaan losses dan pekerjaan perawatan yang tidak optimal masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang utuh.

Media ini membuka ruang bagi manajemen PTPN IV, Kebun Rambutan, maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.

Sebab, persoalan sebenarnya bukan sekadar soal pelepah, brondolan, atau kentosan yang terlihat di antara barisan pohon sawit.

Jika pekerjaan perawatan memang telah dianggarkan tetapi pelaksanaannya tidak sesuai, persoalannya menyentuh aspek efisiensi, produktivitas, pengawasan, dan akuntabilitas pengelolaan perkebunan.

Sebaliknya, apabila terdapat alasan teknis atau kondisi tertentu yang menyebabkan pekerjaan belum dilakukan secara optimal, penjelasan dari manajemen menjadi penting agar publik tidak menarik kesimpulan hanya berdasarkan temuan visual di lapangan.

Kini, bola berada di tangan manajemen Kebun Rambutan untuk menjelaskan kondisi tersebut secara terbuka.

(Tim)*