BeritaTrend.id|– GORONTALO Senen,(22/06/26). — Semangat kemandirian pangan menjadi pesan utama dalam pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Nasional Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo.
Agenda nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah itu menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kemandirian pangan tidak hanya menjadi target pembangunan sektor pertanian, tetapi juga bagian penting dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok dunia, hingga ketidakpastian ekonomi internasional, menuntut Indonesia untuk memperkuat kapasitas produksi pangan dalam negeri.
Karena itu, sektor pertanian ditempatkan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
Capaian Pertanian Jadi Sorotan
Dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan sejumlah capaian strategis yang disebut menjadi indikator positif perkembangan sektor pertanian nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa capaian yang menjadi perhatian antara lain meningkatnya stok pangan nasional yang disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, percepatan pencapaian target swasembada pangan yang melampaui proyeksi awal pemerintah, serta meningkatnya Nilai Tukar Petani (NTP) yang tercatat sebagai salah satu yang tertinggi dalam lebih dari tiga dekade terakhir.
Peningkatan NTP menjadi indikator penting karena mencerminkan membaiknya daya beli dan kesejahteraan petani.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, kenaikan NTP menunjukkan bahwa aktivitas usaha tani memberikan kontribusi ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat pedesaan.
Selain itu, peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis dinilai turut memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.
PENAS XVII Jadi Ajang Kolaborasi Nasional
PENAS XVII bukan sekadar forum seremonial. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman antar pelaku sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.
Ribuan peserta dari berbagai daerah hadir untuk berbagi praktik terbaik dalam pengelolaan usaha tani, pengembangan teknologi pertanian modern, hingga strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.
Kehadiran akademisi dan pelaku usaha juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendorong inovasi pertanian.
Pemerintah berharap sinergi tersebut mampu mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem produksi yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui forum ini, petani dan nelayan didorong untuk semakin memanfaatkan teknologi, mekanisasi, serta digitalisasi sebagai instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Hari Krida Pertanian 2026, Apresiasi untuk Penjaga Pangan Bangsa
Momentum PENAS XVII berdekatan dengan peringatan Hari Krida Pertanian 2026 yang menjadi ajang penghormatan terhadap peran strategis petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Hari Krida Pertanian tidak hanya menjadi simbol penghargaan atas kerja keras petani yang setiap hari mengelola lahan dan memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya regenerasi petani serta penguatan inovasi di sektor pertanian.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk, peran petani menjadi semakin krusial. Karena itu, dukungan terhadap akses teknologi, pembiayaan, benih unggul, dan pasar menjadi faktor yang terus diperkuat pemerintah.
Gerakan Tanam Padi Serentak di 25 Provinsi
Sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian melaksanakan gerakan tanam padi serentak di 25 provinsi.
Program ini dirancang untuk memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas padi di berbagai sentra produksi nasional.
Gerakan tersebut melibatkan dukungan benih unggul, pendampingan teknis kepada petani, optimalisasi lahan pertanian, serta penguatan sistem budidaya yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi iklim.
Pemerintah menilai peningkatan luas tanam menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Dengan produksi yang terus meningkat, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Pelaksanaan tanam serentak juga menjadi simbol gotong royong nasional yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan
Berbagai program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi jangka pendek, tetapi juga pembangunan sistem pertanian yang tangguh dalam jangka panjang.
Penguatan infrastruktur pertanian, pemanfaatan teknologi modern, pengembangan sumber daya manusia pertanian, serta perluasan kolaborasi antar sektor menjadi bagian dari strategi besar menuju kemandirian pangan nasional.
Melalui semangat yang mengemuka dalam PENAS XVII Petani Nelayan Nasional 2026 dan peringatan Hari Krida Pertanian, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Dengan kerja sama seluruh elemen bangsa, cita-cita mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan bukan lagi sekadar target pembangunan, melainkan fondasi penting bagi ketahanan dan kedaulatan bangsa di masa depan.




