banner 728x90

Harison Mocodompis: BPN Banten Harus Merdeka dari Praktik Tak Benar

Membangun BPN Banten yang Dipercaya Masyarakat

Harison juga menghadapkan jajaran BPN Banten pada tuntutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada awal Agustus 2026, ia bersama para kepala kantor pertanahan se-Banten menyatakan kesiapan mengikuti penilaian penyelenggaraan pelayanan publik oleh Ombudsman Republik Indonesia.

Kesiapan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan publik menjadi salah satu agenda penting BPN Banten.

Dalam konteks yang lebih luas, arah ini sejalan dengan gagasan Harison bahwa institusi pemerintah harus mampu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.

Pengalaman Harison selama bertahun-tahun di lingkungan Kementerian ATR/BPN juga membentuk pandangannya bahwa jabatan merupakan ruang untuk mengabdi.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, ia menekankan prinsip bekerja dengan hati dan memandang pekerjaan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Pandangan tersebut menjadi modal penting ketika diterapkan dalam memimpin institusi pertanahan di wilayah dengan dinamika pembangunan seperti Banten.

Dari Seremoni Kemerdekaan ke Perubahan Pelayanan

Peringatan HUT ke-81 RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar upacara. Pesan Harison memperlihatkan tiga arah besar yang ingin diperkuat di lingkungan BPN Banten: pelayanan yang semakin cepat, aparatur yang memiliki semangat pengabdian, dan institusi yang menjunjung tinggi integritas.

Ketiganya saling berkaitan. Pelayanan yang cepat membutuhkan aparatur yang memiliki komitmen.

Sementara pelayanan yang cepat dan profesional harus ditopang integritas agar tidak kehilangan kepercayaan masyarakat.

Di tengah kebutuhan percepatan pembangunan Banten, kepastian hukum atas tanah menjadi salah satu fondasi penting.

Program PTSL, digitalisasi layanan, percepatan pengukuran, penguatan pelayanan publik, serta pembangunan zona integritas menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab BPN Banten.

Harison menutup amanatnya dengan ajakan agar seluruh jajaran menjadikan kemerdekaan sebagai energi untuk memperbaiki institusi.

Ia berharap ikhtiar, komitmen, dan doa seluruh jajaran mendapat kekuatan untuk diwujudkan dalam pekerjaan sehari-hari.

“Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Besar, Tuhan Yang Maha Kuasa mendengarkan ikhtiar, komitmen, dan doa kita hari ini. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tutup Harison.

Bagi BPN Banten, pesan itu membawa makna yang lebih luas: kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang memastikan masyarakat memperoleh pelayanan pertanahan yang adil, pasti, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merusak kepercayaan publik.