banner 728x90

Gempa NTT, Pemerintah Percepat Pemulihan Jalan dan Jembatan

BeritaTrend.id|- Labuan Bajo – Pemerintah pusat mempercepat penanganan pascagempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sejumlah pejabat pemerintah turun langsung ke daerah terdampak untuk memastikan bantuan dan pemulihan berjalan cepat.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menko PMK Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, serta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii meninjau NTT pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan dampak gempa.

Pemerintah memastikan kebutuhan warga, mulai dari logistik, kesehatan, energi hingga infrastruktur, menjadi prioritas.

Tito mengatakan pemerintah pusat dan daerah juga memperkuat dukungan anggaran.

Menurutnya, seluruh 546 daerah telah memperoleh tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp18,9 triliun pada 5 Agustus 2026, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT.

“Di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota,” kata Tito kepada wartawan setelah tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

Jalan Dibersihkan, Jembatan Segera Ditangani

Selain memastikan kesiapan fiskal daerah, pemerintah mempercepat pemulihan akses transportasi yang terdampak bencana.

Jalan nasional yang tertutup material longsor mulai dibersihkan agar mobilitas warga dan distribusi bantuan kembali normal.

“Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor,” ujar Tito.

Sementara itu, sejumlah jembatan yang mengalami kerusakan hingga terputus akan mulai ditangani pada Minggu pagi.

Perbaikan akses tersebut dinilai penting untuk memperlancar penyaluran bantuan sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga kini memperkuat koordinasi di lapangan.

Langkah tersebut diarahkan agar penanganan pascagempa NTT berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.