BeritaTrend.id|– JATINANGOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memiliki peran penting dalam mencetak aparatur sipil negara (ASN) yang profesional sekaligus memperkuat ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan yang efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat memberikan Stadium General di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurut Tito, negara yang mampu bertahan dalam jangka waktu panjang umumnya ditopang oleh tiga pilar utama, yakni kekuatan militer, aparat keamanan dan intelijen yang solid, serta birokrasi sipil yang profesional.
“Keberadaan ASN yang kompeten menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan negara karena mereka menjalankan roda administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien,” kata Tito.
Ia menyebutkan, dari sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, lulusan IPDN menjadi bagian penting penggerak birokrasi, khususnya di daerah.
Selain dibekali ilmu pemerintahan, para praja juga mendapatkan pembinaan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas yang kuat.
Menurut Tito, kombinasi kemampuan akademik dan karakter tersebut membuat lulusan IPDN banyak diminati oleh pemerintah daerah untuk mengisi berbagai posisi strategis.
Tak hanya sebagai lembaga pendidikan, IPDN kini juga dikembangkan menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas ASN nasional.
Berbagai program pelatihan digelar bagi pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD.
Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri bersama LPDP terus mendorong peningkatan kualitas lulusan IPDN melalui program beasiswa luar negeri.
Hingga saat ini, sebanyak 52 lulusan baru IPDN telah melanjutkan studi ke berbagai negara seperti Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Kemendagri juga tengah mempersiapkan sekitar 100 lulusan lainnya untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP melalui penguatan kemampuan bahasa Inggris dan pelatihan tes internasional.
Tito berharap para lulusan yang menempuh pendidikan di luar negeri dapat kembali dan menjadi agen perubahan dalam transformasi birokrasi Indonesia.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penganugerahan Kartika Astha Brata Utama dan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, yang turut memberikan kuliah umum kepada para praja dan civitas academica IPDN.




