BeritaTrenr.id|- SERPONG — Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Kepolisian mulai menguji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Rawa Buntu, Serpong, Senin, 28 September 2026.
Uji coba berlangsung hingga 30 September 2026.
Rekayasa diterapkan pada ruas Jalan Rawa Buntu dari Simpang Tiga Kencana Raya hingga Simpang Tiga Tekno.
Skema ini menjadi tahap awal sebelum pemerintah melakukan penataan median jalan dan menetapkan titik putar balik atau U-Turn.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel Martha Lena mengatakan uji coba dilakukan untuk mengamati pergerakan kendaraan sekaligus mengukur efektivitas pengaturan U-Turn di lapangan.
Dalam simulasi tersebut, dua titik U-Turn disiapkan.
Titik pertama berada di depan RM Pak Naryo dengan lebar sekitar 25 meter, sedangkan titik kedua berada di depan SPBU Pertamina 34-15314 dengan lebar sekitar 35 meter.
Menurut Martha, arus lalu lintas pada hari pertama uji coba relatif lancar. Pengguna jalan juga mulai beradaptasi dengan perubahan pola pergerakan kendaraan.
Namun, kedua titik U-Turn tersebut belum menjadi keputusan final.
Dishub Tangsel dan Kepolisian akan mengevaluasi kondisi lalu lintas selama tiga hari serta mempertimbangkan masukan dari masyarakat.
Jika hasil evaluasi menunjukkan perbaikan terhadap kelancaran, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas, penataan median dan U-Turn akan dilanjutkan.
Pembangunan median akan dikerjakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel.
Pekerjaan direncanakan dimulai sekitar dua pekan setelah uji coba dan evaluasi selesai.
Median baru dirancang memiliki lebar sekitar lima meter, mengikuti median yang sudah ada.
Pemerintah tidak akan membongkar median existing, melainkan melakukan penataan dan perapian.
Sementara itu, pekerjaan pada ruas Jalan Tekno-Rawa Buntu dijadwalkan mulai pekan ini sebagai bagian dari peningkatan kondisi jalan.
Dishub Tangsel mengimbau pengguna jalan mematuhi rambu dan marka, mengikuti arahan petugas, serta mengurangi kecepatan selama melintasi kawasan yang sedang direkayasa.
Masyarakat juga diminta menyampaikan masukan apabila menemukan pola arus kendaraan yang perlu dievaluasi selama masa uji coba.



