BeritaTrend.id|– TANGERANG SELATAN — Gerakan warga Tangsel Biru Movement memulai aksi penghijauan dengan menanam pohon di kawasan RT 04/RW 07, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 6 September 2026.
Aksi ini menjadi langkah awal target penanaman 1.000 pohon di berbagai wilayah Tangerang Selatan.
Kegiatan tersebut digelar menjelang Hari Udara Bersih Internasional yang diperingati setiap 7 September.
Tangsel Biru Movement menilai persoalan kualitas udara di Tangerang Selatan membutuhkan perhatian serius.
Polusi udara tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila paparan terjadi dalam waktu panjang.
Salah satu sumber pencemaran yang disoroti adalah tingginya mobilitas kendaraan bermotor.
Penggunaan kendaraan pribadi menuju Jakarta maupun untuk aktivitas dalam kota dinilai membuat konsentrasi polusi meningkat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Kondisi geografis dan cuaca juga disebut dapat memperburuk keadaan.
Sejumlah kawasan seperti Ciputat dan Pamulang memiliki karakter dataran rendah yang memungkinkan polutan lebih mudah terperangkap.
Saat musim kemarau, rendahnya curah hujan membuat partikel halus seperti PM2.5 berpotensi bertahan lebih lama di udara.
Gerakan tersebut juga menyoroti emisi kawasan industri di sekitar Banten dan Tangerang, debu dari pembangunan infrastruktur serta permukiman, hingga praktik pembakaran sampah secara terbuka sebagai persoalan yang perlu ditangani.
Tak Sekadar Menanam Pohon
Program 1.000 pohon tidak hanya diarahkan untuk menghijaukan permukiman.
Tangsel Biru Movement berencana mendorong penanaman di tepian sungai dan sisi jalan raya, sekaligus mengajak warga memantau kualitas udara melalui perangkat pengukur maupun aplikasi.
Kampanye melalui media sosial juga akan digunakan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai polusi udara dan mendorong perubahan perilaku.
Menurut gerakan tersebut, persoalan kualitas udara tidak bisa dibebankan kepada masyarakat semata.
Pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lain perlu mengambil peran.
Penyediaan transportasi publik yang lebih memadai, pengelolaan sampah yang berkelanjutan, serta perubahan pola mobilitas warga dinilai menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Bagi Tangsel Biru Movement, menanam pohon adalah titik awal.
Perbaikan kualitas udara Tangerang Selatan membutuhkan kerja panjang dan konsisten.
“Untuk udara Tangsel yang lebih baik,” menjadi semangat yang mereka usung.



