BeritaTrend.id|- PIDIE JAYA — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mempercepat normalisasi muara Sungai Krueng Meureudu untuk memulihkan akses nelayan yang terhambat akibat pendangkalan pascabencana hidrometeorologi November 2025.
Pengerukan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan sisi kiri hilir muara.
Langkah ini diambil agar kapal nelayan dapat kembali melintas tanpa harus menunggu seluruh proyek normalisasi selesai.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan jalur prioritas tersebut ditargetkan bisa digunakan nelayan pada Agustus 2026.
Menurut dia, percepatan diperlukan karena tertutupnya akses muara telah berdampak langsung terhadap aktivitas melaut dan pendapatan masyarakat.
“Pengerukan dilakukan di sebelah kiri terlebih dahulu. Dengan begitu, masyarakat yang ingin melaut bisa lebih cepat memanfaatkan jalur tersebut,” kata Sibral saat meninjau pekerjaan normalisasi, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Normalisasi mencakup pengerukan sepanjang sekitar 500 meter dengan kedalaman mencapai empat meter.
Pemerintah daerah juga akan mengerahkan ekskavator amfibi untuk mempercepat pekerjaan.
Staf Humas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Jamaluddin menyebut progres pekerjaan telah mencapai sekitar 35–40 persen.
Jalur sisi kiri ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu setengah bulan, sementara keseluruhan normalisasi diharapkan rampung pada November 2026.
Pekerjaan tahap awal mendapat dukungan anggaran Rp37 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Tambahan anggaran sekitar Rp50 miliar direncanakan tersedia pada akhir Agustus untuk melanjutkan pekerjaan hingga tuntas.
Percepatan normalisasi menjadi penting mengingat puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Oktober hingga Desember.
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mendorong pekerjaan diselesaikan sebelum periode tersebut.
Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, mengatakan koordinasi akan terus dilakukan untuk mengatasi kendala teknis maupun administratif di lapangan.
Jika jalur muara kembali terbuka, aktivitas perikanan di Pidie Jaya diharapkan berangsur pulih.
Nelayan dapat kembali melaut, distribusi hasil tangkapan bergerak, dan penghasilan keluarga yang terdampak pendangkalan muara dapat kembali meningkat.





