BeritaTrend.id|- METRO — Kelompok KKL-PPM 79 Universitas Malahayati (UNMAL) menggelar edukasi tentang kenakalan remaja dan stop bullying di SMA Yos Sudarso Metro, Yosorejo, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Lampung, Kamis, 13 Agustus 2026.
Mengusung tema “Rapihkan Sejak Muda untuk Masa Depan yang Tertata”, kegiatan tersebut mengajak para siswa memahami pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, menjauhi kenakalan remaja, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Kegiatan berlangsung interaktif. Setelah pemaparan materi tentang kenakalan remaja, para siswa mengikuti sesi ice breaking sebelum dilanjutkan dengan edukasi mengenai bahaya bullying dan pentingnya menghentikan tindakan perundungan.
Namun, suasana berubah lebih emosional ketika kegiatan memasuki sesi refleksi melalui butterfly hug.

Para siswa diajak memeluk diri sendiri sebagai bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap diri.
Dalam suasana hening, siswa diberi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengingat perjalanan yang telah dilalui, sekaligus menyadari bahwa mereka berharga dan layak mendapatkan kasih sayang.
Momen semakin menyentuh ketika setiap siswa menerima permen dan catatan kecil berisi afirmasi positif.
Pesan sederhana itu diharapkan menjadi pengingat ketika mereka menghadapi rasa lelah, kehilangan kepercayaan diri, maupun persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah siswa tampak meneteskan air mata saat membaca pesan tersebut.
Bagi KKL-PPM 79, momen itu menjadi bagian paling berkesan karena kegiatan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi siswa untuk menghargai dan menerima dirinya sendiri.
Melalui kegiatan ini, KKL-PPM 79 berharap para siswa semakin berani menolak bullying, menjaga pergaulan, menghormati orang lain, serta mampu memberikan dukungan kepada teman yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak SMA Yos Sudarso Metro, para guru, siswa-siswi, pemateri, serta berbagai pihak yang terlibat.
Pesan yang dibawa KKL-PPM 79 sederhana: masa depan yang tertata tidak dibangun dalam sehari, tetapi dimulai dari cara seseorang menata dirinya sejak hari ini.




