BeritaTrend.id|- LABURA — Kondisi jembatan penghubung Desa Marbau Selatan dan Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yang semakin memprihatinkan mendorong pemerintah kecamatan mengambil langkah percepatan perbaikan.
Camat Marbau Muhammad Ali, S.Pd., menjadi fasilitator dalam pembahasan teknis pembangunan dan perbaikan jembatan yang selama ini menjadi akses penting bagi masyarakat.
Kerusakan jembatan dinilai telah mengganggu kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko bagi warga yang melintas.
Pembahasan mengenai percepatan pembangunan jembatan tersebut berlangsung pada 3 Agustus 2026 di Aula Serbaguna Kantor Camat Marbau.
Pertemuan itu menjadi bagian dari tindak lanjut teknis rencana pembangunan jembatan Marbau Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, para pihak turut membahas sejumlah opsi pembiayaan.

Salah satunya melalui bantuan keuangan kepada daerah, serta kemungkinan pemanfaatan sebagian anggaran dana desa untuk mendukung fasilitas pendukung pembangunan, dengan tetap memperhatikan regulasi dan ketentuan peruntukannya.
Muhammad Ali memastikan perbaikan jembatan tersebut bukan sekadar wacana.
Menurut dia, perencanaannya telah masuk dalam agenda pembangunan tahun ini.
“Perencanaan perbaikan sudah masuk dalam agenda pembangunan tahun ini,” terang Muhammad Ali.
Langkah tersebut diharapkan menjadi titik terang bagi masyarakat Desa Marbau Selatan,
Desa Aek Tapa dan wilayah sekitarnya yang bergantung pada jembatan tersebut sebagai jalur penghubung aktivitas sehari-hari.
Selain aspek pembiayaan, pertemuan juga menjadi ruang koordinasi lintas sektor agar proses pembangunan dapat berjalan lebih terarah.
Kondisi jembatan yang telah mengalami kerusakan parah membutuhkan penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan pengguna.
Pertemuan di Aula Serbaguna Kantor Camat Marbau itu dihadiri Kepala Dinas PUPR Labuhanbatu Utara, Kapolsek Marbau, Danramil Marbau, Kepala Desa Marbau Selatan, Kepala Desa Perkebunan Marbau Selatan (Marsel), Kepala Desa Babussalam, Kepala Desa Aek Tapa, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat menunjukkan pembangunan jembatan tersebut membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Bagi warga, perbaikan jembatan bukan hanya menyangkut infrastruktur fisik.
Akses yang layak juga berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi hasil kegiatan ekonomi, serta akses menuju berbagai fasilitas pelayanan.
Dengan masuknya rencana perbaikan ke dalam agenda pembangunan tahun ini, masyarakat kini menunggu realisasi di lapangan.
Percepatan koordinasi dan kepastian tahapan pembangunan menjadi kunci agar jembatan yang kondisinya semakin rusak itu dapat segera kembali berfungsi secara aman dan layak.



