BeritaTrend.id|- Kuba Gelap Total, Listrik Nasional Kolaps di Tengah Gelombang Panas
Sistem kelistrikan nasional Kuba kembali ambruk pada Minggu, 3 Agustus 2026, memicu pemadaman listrik serentak di seluruh penjuru negeri.
Perusahaan listrik negara, Union Eléctrica (UNE), mengonfirmasi terjadinya pemutusan total jaringan yang membuat seluruh wilayah, termasuk Ibu Kota Havana, mendadak gelap gulita.
Pemadaman kali ini datang begitu tiba-tiba, tepat saat banyak warga Havana tengah berada di luar rumah untuk menghindari sengatan panas musim panas.
Keluhan pun bermunculan di tengah warga yang sudah lelah menghadapi krisis listrik yang terus berulang.
Kejadian ini menambah panjang daftar gangguan kelistrikan yang menghantui Kuba dalam beberapa bulan terakhir.
Hanya sehari sebelumnya, wilayah barat negara itu juga sempat mengalami mati listrik dalam skala luas.
Infrastruktur Menua dan Krisis Bahan Bakar
Pemadaman bergilir bukan hal baru bagi warga Kuba. Penyebabnya adalah kombinasi infrastruktur pembangkit yang sudah uzur dan minimnya pasokan bahan bakar.
Pemerintah Kuba menuding embargo energi yang diberlakukan Amerika Serikat sebagai biang keladi tersendatnya suplai bahan bakar untuk pembangkit listrik.
Krisis ini kian parah setelah pasokan minyak mentah dari Rusia—sekitar 100 ribu ton yang diizinkan Washington masuk pada Maret lalu—dilaporkan telah habis.
Di saat bersamaan, pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat sanksi terhadap sejumlah perusahaan pelat merah Kuba, memaksa beberapa investor asing angkat kaki dari negara itu.
Air dan Kipas Angin Ikut Terhenti
Saat listrik padam, dampaknya merembet ke kebutuhan dasar lain: pasokan air bersih ikut terganggu dan kipas angin berhenti berputar—situasi yang kian menyiksa di tengah cuaca panas terik.
Di sejumlah daerah yang paling terpukul, kekesalan warga tumpah ke jalan lewat aksi membakar tumpukan sampah dan memukul panci-wajan sebagai bentuk protes.
Kementerian Energi Kuba menyatakan tengah berupaya mengaktifkan kembali jaringan listrik nasional.
Namun di tengah reformasi pasar bebas yang tengah digenjot pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi, belum ada kepastian kapan krisis listrik yang sudah berlangsung berbulan-bulan ini akan benar-benar berakhir.
Sumber (Kumparan)*




