Daerah  

Banjir Rendam Puspanegara Bogor, 168 Warga Terdampak Akibat Luapan Kali Cibeber

BeritaTrend.id|Bogor,- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah , Kecamatan Citeureup, memicu banjir akibat meluapnya aliran Kali Cibeber pada Kamis malam, 30 April 2026.

Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah terendam dan ratusan warga terdampak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa banjir terjadi karena kombinasi curah hujan tinggi dan tersumbatnya aliran sungai.

“Intensitas hujan yang tinggi disertai penyumbatan di Kali Cibeber mengakibatkan air meluap ke permukiman warga,” ujar Adam dalam keterangannya, Jumat, 1 Mei 2026.

Air Capai 1,2 Meter, Puluhan Rumah Terendam

Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD, ketinggian air sempat mencapai 1,2 meter.

Sedikitnya 52 unit rumah terdampak, dengan total 168 jiwa harus menghadapi genangan yang masuk ke dalam rumah mereka.

Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga yang berada di lokasi lebih tinggi.

Meski tidak ada korban jiwa, situasi sempat menimbulkan kepanikan, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

Selain merendam rumah warga, banjir juga berdampak pada fasilitas ibadah setempat, termasuk sebuah musala yang turut tergenang air.

Banjir Surut, Ancaman Masih Mengintai

Beberapa jam setelah kejadian, air dilaporkan mulai surut.

Namun, kondisi ini belum sepenuhnya aman. Potensi banjir susulan masih mengintai jika hujan deras kembali turun dan sistem drainase belum diperbaiki.

BPBD menilai perlu adanya penanganan lanjutan dari instansi terkait, terutama dalam normalisasi aliran Kali Cibeber dan pembersihan sumbatan yang menjadi pemicu utama banjir.

“Diperlukan langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang,” kata Adam.

Evaluasi Tata Kelola Lingkungan Mendesak

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan dan sistem drainase yang baik di kawasan rawan banjir seperti Citeureup.

Penyumbatan aliran sungai kerap disebabkan oleh sedimentasi hingga penumpukan sampah, yang memperparah dampak saat hujan deras turun.

Tanpa penanganan serius, banjir musiman berpotensi terus berulang dan merugikan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun keselamatan.