BKKBN Kepri Sasar Desa Mapur: Menjaga Gizi Anak di Benteng Terdepan Nusantara

BeritaTrend.id | – BINTAN — BKKBN Kepulauan Riau memperkuat benteng pertahanan gizi anak di tapal batas Indonesia.

Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Perwakilan BKKBN Kepri menyalurkan bantuan nutrisi dan Rumah Layak Huni (RLH) bagi keluarga rentan di Desa Mapur, Kabupaten Bintan—wilayah pesisir terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

Aksi nyata ini dikemas dalam kolaborasi gotong royong “Orientasi Keluarga Gerakan Atasi Stunting” (OKE GAS).

Program tersebut melibatkan jajaran pegawai BKKBN, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), hingga Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kepri untuk menyisir langsung kantong-kantong keluarga berisiko di perbatasan.

“Lewat GENTING, kami ingin memastikan dukungan gizi dan kualitas hidup anak-anak Indonesia benar-benar merata hingga ke garis terluar Nusantara,” tegas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Victor Palimbong, di Desa Mapur, Rabu.

Intervensi Tepat Sasaran di Wilayah Terluar

Fokus BKKBN di Desa Mapur bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil Verifikasi dan Validasi Keluarga Risiko Stunting (Verval KRS) 2025, tercatat sebanyak 136 keluarga masuk dalam kategori berisiko stunting dari total 156 Pasangan Usia Subur (PUS) di desa tersebut.

Angka ini menegaskan mendesaknya pendampingan berkelanjutan di wilayah pesisir.

Guna mengatasi persoalan gizi secara presisi, bantuan paket pangan bergizi—terutama sumber protein hewani dan zat gizi esensial—difokuskan kepada balita non-PAUD yang belum terjangkau program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B).

Tak berhenti pada aspek pangan, BKKBN Kepri juga merenovasi hunian warga menjadi Rumah Layak Huni (RLH).

Langkah ini diambil karena saniter dan lingkungan tempat tinggal yang sehat merupakan fondasi utama pencegahan penyakit infeksi berulang yang memicu stunting pada anak.

Camat Bintan Pesisir, Assun Ani, menyambut baik langkah taktis ini.

Menurutnya, karakteristik wilayah kepulauan seperti Desa Mapur membutuhkan pendekatan lintas sektor dan sinergi yang solid agar pemenuhan gizi anak-anak pulau dapat terjaga secara konsisten.