BeritaTrend.id|– ACEH,- Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan pemulihan signifikan.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mencatat mayoritas pelaku usaha seperti warung, toko, hingga kafe telah kembali beroperasi dan menopang kebangkitan ekonomi masyarakat.
Data terbaru memperlihatkan pemulihan UMKM di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen. Sementara itu, Aceh dan Sumatera Utara masing-masing mencatat angka pemulihan sebesar 94,44 persen, dengan 17 kabupaten/kota yang aktivitas ekonominya kembali normal.
Namun, masih terdapat wilayah yang memerlukan perhatian serius.
Di Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 13 unit usaha masih terdampak akibat kerusakan berat, termasuk sejumlah restoran dan kedai di Kecamatan Linge dan Kebayakan.
Kerusakan juga terjadi pada lima hotel dan penginapan yang menghambat pemulihan ekonomi setempat.
Adapun di Kabupaten Tapanuli Tengah, dampak bencana lebih luas dengan sekitar 2.059 unit usaha terdampak di 14 kecamatan.
Banjir dan longsor tidak hanya merusak tempat usaha, tetapi juga mengganggu distribusi barang dan aktivitas perdagangan.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemulihan UMKM menjadi indikator utama kebangkitan ekonomi daerah terdampak.
Menurut dia, aktivitas ekonomi yang kembali berjalan turut menekan inflasi yang sempat meningkat pascabencana.
Pemerintah pun menggulirkan berbagai dukungan, mulai dari bantuan alat produksi, bahan baku, hingga fasilitas usaha sementara seperti tenda dan sumur bor.
Bantuan ini dirancang agar pelaku UMKM dapat segera kembali berproduksi dan melayani konsumen.
Selain itu, pemerintah memperkuat akses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pascabencana.
Kebijakan ini mencakup relaksasi pembayaran, restrukturisasi kredit, hingga penambahan plafon pinjaman.
Hingga 18 April 2026, tercatat sebanyak 193.703 debitur KUR terdampak di tiga provinsi dengan total outstanding mencapai Rp11,22 triliun.
Program ini menjadi salah satu kunci menjaga keberlanjutan usaha masyarakat selama masa pemulihan.


