Bantuan Sembako Mulai Disalurkan
Di tengah proses pencarian dan pemulihan akses, bantuan kebutuhan dasar mulai didistribusikan kepada masyarakat.
Polri menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
Selain distribusi bantuan langsung, pemerintah juga memperkuat sistem logistik untuk memastikan bantuan dari berbagai daerah dapat bergerak menuju lokasi terdampak secara terkoordinasi.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, sementara Posko Logistik Nasional ditempatkan di Halim Perdanakusuma untuk mendukung pengiriman bantuan ke NTT.
Tujuh Hari Pertama Jadi Masa Kritis
Bayu mengatakan tujuh hari pertama masa tanggap darurat menjadi periode penting dalam penanganan bencana.
Seluruh unsur yang terlibat memusatkan perhatian pada pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pembukaan kembali akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi antarinstansi.
Di sisi lain, pendataan warga terdampak terus dilakukan.
Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang rumahnya rusak atau tidak lagi dapat ditempati.
Pendataan juga diperlukan agar bantuan dan program penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Informasi Publik Jadi Bagian Penanganan Bencana
Selain operasi lapangan, penyampaian informasi kepada masyarakat menjadi bagian penting selama situasi darurat.
Bayu menegaskan fungsi kehumasan harus memastikan perkembangan penanganan bencana disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan.
Informasi resmi diperlukan untuk mencegah simpang siur mengenai jumlah korban, kondisi wilayah, maupun kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” kata Bayu.
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai pemangku kepentingan akan melanjutkan operasi terpadu di wilayah terdampak.
Dengan jumlah korban yang masih mungkin berubah dan kerusakan infrastruktur yang cukup luas, pencarian korban, pemulihan akses, distribusi bantuan, serta pendataan masyarakat menjadi pekerjaan utama pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam fase awal pemulihan NTT.





