BeritaTrend.id. – Labura Jum’at, 09/05/25, – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Labuhanbatu Utara (Labura), H. Ahmad Bukhori, menyatakan dukungan penuh terhadap program percepatan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang kini dipimpin H. Nusron Wahid, S.S., M.Si.
Pernyataan dukungan ini disampaikannya langsung kepada Menteri ATR/BPN usai mengikuti rapat koordinasi pertanahan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (7/5/2025).
Melalui sambungan telepon, Bukhori menegaskan bahwa dirinya sebagai warga Nahdliyin sangat mengapresiasi kebijakan dan langkah strategis dari Menteri ATR/BPN yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di Labura.
“Kita sangat mengapresiasi sejumlah program kerja dari Pak Menteri ATR/BPN karena memang sangat dibutuhkan oleh lapisan masyarakat saat ini,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bukhori juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya turut mengangkat sejumlah isu pertanahan di Labura, seperti tanah adat (ulayat), HGU, dan kawasan hutan.
“Saya sedikit mengetahui persoalan pertanahan di daerah, dan saya sampaikan kepada Pak Menteri bagaimana agar masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, bisa merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini,” ungkapnya.
Sebagai respons, Menteri ATR/BPN menyarankan agar Bukhori segera melakukan koordinasi dengan Ketua PWNU Sumut, Dr. Marahalim Harahap, untuk tindak lanjut yang lebih terstruktur.
Sementara itu, di lokasi terpisah seusai rapat koordinasi pertanahan dan tata ruang bersama Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Medan, Nusron Wahid memberi peringatan tegas kepada para pengusaha sawit.
“Pengusaha sawit jangan main-main dengan kewajiban mengalokasikan 20 persen lahan HGU untuk petani plasma. Jika melanggar, kami tak segan mencabut izin usaha,” tegas Nusron.
Ia menekankan bahwa regulasi ini bukan sekadar imbauan, melainkan amanat yang wajib dipatuhi oleh seluruh perusahaan perkebunan.
“Kami ingin perusahaan sawit hadir memberi manfaat, bukan malah meminggirkan masyarakat. Laporkan jika ada yang bandel!” pungkasnya.