BeritaTrend.id|- AEK KANOPAN ā Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhanbatu Utara menggelar razia di tempat hiburan malam Star High, Aek Kanopan, pada Kamis dini hari, 1 Oktober 2026.
Dari ratusan pengunjung yang berada di lokasi, petugas melakukan pemeriksaan urine terhadap 20 orang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan enam pengunjung terindikasi positif menggunakan narkotika.
Mereka terdiri atas empat pria dan dua wanita.
Keenam orang tersebut kemudian dibawa petugas ke Kantor BNNK Labuhanbatu Utara di Aek Kanopan untuk menjalani proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Razia tersebut dipimpin langsung Kepala BNNK Labuhanbatu Utara Suhendro, S.KM., M.Kes.
Operasi melibatkan sejumlah unsur di lingkungan BNNK Labura, antara lain Tim Pemberantasan, Tim Rehabilitasi, serta Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M).
Petugas juga melibatkan Satpol PP Labuhanbatu Utara.
Operasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Saber Bersinar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Enam pengunjung yang dibawa ke kantor BNNK Labura masing-masing berinisial DA (48), IA (27), R (20), AS (26), S (21), dan L (31).
Dari enam orang tersebut, empat di antaranya merupakan pria dan dua lainnya wanita.
Menariknya, AS (26) dan L (31) diketahui merupakan pasangan suami istri.
Kepala BNNK Labuhanbatu Utara Suhendro mengatakan, pemeriksaan urine dilakukan terhadap 20 pengunjung yang dipilih dalam kegiatan razia tersebut.
“Dari 20 orang yang kami periksa urinenya, sebanyak enam pengunjung terindikasi positif menggunakan narkoba jenis sabu atau ekstasi (MET + AMP),” kata Suhendro.
Menurut dia, enam orang yang hasil tes urinenya menunjukkan indikasi positif tersebut kemudian dibawa ke Kantor BNNK Labura untuk menjalani penanganan sesuai prosedur.
Enam Orang Berada di Kantor BNNK Labura
Keberadaan keenam orang tersebut kemudian dikonfirmasi di Kantor BNNK Labuhanbatu Utara, Aek Kanopan, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Staf Pemberantasan BNNK Labura, Rumahorbo, membenarkan bahwa pihaknya membawa enam pengunjung dari lokasi hiburan malam setelah hasil pemeriksaan urine menunjukkan indikasi positif.
“Benar, kami ada melakukan razia dan membawa enam orang yang positif narkoba. Mereka ada di ruangan dalam,” ujar Rumahorbo saat dikonfirmasi.
Rumahorbo mengatakan keenam orang tersebut belum dapat ditemui pada saat konfirmasi dilakukan.
Menurut dia, mereka baru saja beristirahat, sementara Kepala BNNK Labura masih berada di luar kantor.
“Nanti siang saja orang bapak kemari lagi biar pas waktunya,” katanya.
Razia di tempat hiburan malam tersebut menjadi salah satu langkah BNNK Labura dalam melakukan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika di tempat-tempat yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Meski hasil tes urine menunjukkan indikasi positif, status keenam orang tersebut masih merupakan bagian dari proses pemeriksaan dan penanganan oleh BNNK Labura.
Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasi semacam ini tidak hanya berkaitan dengan penindakan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk bagi upaya rehabilitasi bagi pengguna yang membutuhkan penanganan.
BNNK memiliki fungsi pencegahan, pemberantasan, sekaligus rehabilitasi dalam penanganan persoalan penyalahgunaan narkotika.
Dengan ditemukannya enam orang dari 20 pengunjung yang menjalani tes urine, BNNK Labura kembali menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan tempat hiburan malam.



