Yusharto Huntoyungo: Inovasi Harus Hadirkan Manfaat Nyata dan Kebaruan bagi Masyarakat

BeritaTrend.id. – JAKARTA – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, menegaskan pentingnya unsur kebaruan dalam penilaian inovasi daerah.

Pernyataan ini disampaikan dalam Sosialisasi Inovboyo Award 2025 yang digelar Pemerintah Kota Surabaya secara daring, Selasa, 17 Juni 2025.

Yusharto menyebut, kebaruan atau novelty tidak selalu berarti sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya, melainkan dapat dimaknai sebagai peningkatan manfaat bagi lebih banyak penerima.

“Jika sebelumnya hanya tiga kelompok masyarakat yang menerima manfaat, lalu bertambah menjadi empat atau lima, itu sudah menunjukkan adanya elemen kebaruan,” ujarnya dari Ruang Video Conference BSKDN Kemendagri, Jakarta.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa inovasi idealnya tidak sekadar menciptakan hal baru, tapi juga memberi dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya saing daerah.

“Inovasi yang baik harus bisa menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat demokrasi, serta memberikan kemudahan dalam akses layanan publik,” kata Yusharto.

Selain itu, inovasi juga harus memenuhi sejumlah kriteria lain: tidak menambah beban bagi pemerintah daerah maupun masyarakat, tidak menimbulkan batasan akses, berada dalam ranah kewenangan daerah, dan bersifat replikatif.

“Kami berharap, standar ini tetap menjadi pijakan utama dalam pelaksanaan Inovboyo,” imbuhnya.

Dalam forum yang sama, Yusharto menjabarkan prinsip-prinsip dasar inovasi daerah, seperti efisiensi, efektivitas, peningkatan mutu pelayanan publik, keterbukaan, serta akuntabilitas.

Prinsip-prinsip ini telah terakomodasi dalam penyusunan Indeks Inovasi Daerah (IID) yang mencakup delapan dimensi dan 36 indikator.

Menurut Yusharto, tantangan terbesar dalam pelaksanaan inovasi daerah adalah proses hilirisasi.

Agar inovasi tidak berhenti di atas kertas, ia mendorong adanya program inkubasi melalui pelatihan dan fasilitasi bagi para inovator.

“Kita perlu menyiapkan ruang dan dukungan konkret agar inovasi benar-benar bisa diterapkan dan dinikmati masyarakat luas,” tuturnya.

Ia berharap, ajang Inovboyo bisa menjadi motor penggerak inovasi di Surabaya yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Hilirisasi inovasi menjadi kunci agar hasil pemikiran para inovator tidak hanya sekadar ide, tapi benar-benar terasa manfaatnya,” pungkasnya.