BeritaTrend.id|– Tangerang Selatan — Mengucapkan dua kalimat syahadat merupakan bentuk kesaksian seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus pintu awal seseorang memeluk agama Islam.
Prosesi sakral ini kembali menggema di Tangerang Selatan, seiring meningkatnya jumlah warga yang secara sadar memilih menjadi mualaf.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pamulang, Aep Saefudin, menyampaikan bahwa pihaknya secara konsisten melayani dan membina saudara-saudara baru yang memutuskan masuk Islam.
Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan akidah, tetapi juga mencakup aspek sosial dan ekonomi.
“Alhamdulillah, MUI Tangerang Selatan telah membentuk Mualaf Center sebagai wadah pembinaan berkelanjutan. Kami tidak hanya mendampingi dari sisi keimanan, tetapi juga memberikan penguatan ekonomi serta pembinaan lainnya melalui kerja sama lintas pihak,” ujar Aep, Selasa (7/1/2026).
Aep mengungkapkan, antusiasme para mualaf di wilayah Tangerang Selatan tergolong tinggi. Sepanjang Januari 2026 saja, tercatat sembilan orang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat.
Sementara itu, selama tahun 2025, jumlah mualaf yang tercatat mencapai 184 orang.
Menurutnya, tren peningkatan jumlah mualaf dari tahun ke tahun menjadi sinyal positif bagi kehidupan keagamaan di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengikraran syahadat dilakukan atas kehendak pribadi, tanpa adanya paksaan maupun intervensi dari pihak manapun.
“Mereka masuk Islam atas kesadaran sendiri. Ini tentu menjadi keberkahan dan harapan baik bagi kita semua,” katanya.
Salah seorang mualaf, Jhondry, mengungkapkan bahwa keputusannya memeluk Islam murni berasal dari panggilan hati dan hidayah Allah SWT.
Ia menepis anggapan bahwa keputusannya dilatarbelakangi faktor pernikahan atau tekanan lingkungan.
“Saya masuk Islam bukan karena ingin menikah dengan orang Muslim, apalagi karena paksaan. Ini adalah hidayah yang Allah berikan kepada saya,” tutur Jhondry.
MUI Pamulang berharap keberadaan Mualaf Center dapat menjadi ruang aman dan produktif bagi para mualaf dalam memperdalam pemahaman agama sekaligus membangun kemandirian hidup di tengah masyarakat.


