Pertahanan Bukan Hanya Militer
Sultan menegaskan, penguatan pertahanan tidak hanya sebatas kesiapan militer, tetapi juga mencakup keamanan sosial, kemandirian ekonomi, dan kesiapsiagaan masyarakat di seluruh provinsi.
“Tugas kami sebagai senator adalah memastikan alokasi anggaran, pembangunan infrastruktur pertahanan, dan pelatihan masyarakat merata. Tidak boleh ada daerah yang tertinggal,” tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meresmikan enam Kodam baru:
- Kodam XIX/Tuanku Tambusai
- Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol
- Kodam XXI/Raden Inten
- Kodam XXII/Tambun Bungai
- Kodam XXIII/Palaka Wira
- Kodam XXIV/Mandala Trikora
Peresmian dilakukan saat Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdiklatsus Batujajar, Bandung, pada Minggu, 10 Agustus 2025.
Selain Kodam, Prabowo juga meresmikan 14 Kodal, tiga Kodau, satu komando operasi udara, enam grup Komando Pasukan Khusus (Kopassus), 20 brigade teritorial pembangunan, dan puluhan satuan tempur lainnya.
“Memperkuat pertahanan adalah harga mati. Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat untuk menghadapi ketidakpastian global. Tidak ada sejengkal tanah pun yang boleh diganggu,” kata Prabowo.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap sistem pertahanan negara semakin solid, merata, dan siap menjawab berbagai tantangan geopolitik di masa depan.