BeritaTrend.id. – PURWAKARTA Selasa, 20/05/25. – Upaya percepatan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Purwakarta kembali dikuatkan melalui pertemuan konsolidasi antara Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Komisi VI DPR RI yang digelar di Gedung Negara Bale Nagri, Kamis (16/05).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membangun sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset negara, khususnya lahan milik Perhutani.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), Anggota Komisi VI DPR RI Hj. Rieke Dyah Pitaloka, Kepala Perhutani Divre Janten Yudha Suswardhanto, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai instansi.
Dalam sambutannya, Bupati Zein menegaskan pentingnya pemanfaatan lahan tidur milik Perhutani untuk keberlanjutan ekologi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia mengusulkan agar lahan 60 hektare di Ciwareng dan 11 hektare di Leuweung Tiis dijadikan kawasan hutan kota.
“Kami ingin menjadikan hutan kota sebagai ruang hijau strategis yang mampu mencegah sengketa lahan dan menjaga keseimbangan lingkungan,” ujar Zein.
Tak hanya itu, Pemda Purwakarta juga menyampaikan rencana pemanfaatan lahan Perhutani seluas 342 hektare di sekitar kawasan industri Babakancikao sebagai hutan pelindung guna menyeimbangkan dampak pembangunan industri terhadap lingkungan hidup.
Kepala Perhutani Divre Janten, Yudha Suswardhanto, menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah pro-lingkungan yang diajukan pemerintah daerah.
“Kami berupaya agar pengelolaan hutan memberi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang nyata. Diperlukan sinergi berkelanjutan untuk mencapai hal tersebut,” katanya.
Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Dyah Pitaloka juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan global.
Ia menekankan agar seluruh program pembangunan dijalankan dengan integritas, tanpa celah bagi praktik korupsi dan pungutan liar.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan Purwakarta
Pertemuan ini tak hanya membahas pemanfaatan lahan, tetapi juga menyentuh aspek tata ruang, CSR, dan optimalisasi aset BUMN.
Semua pihak sepakat bahwa sinergi antarlembaga adalah kunci untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.