Sertipikasi Tanah Wakaf Jatim Baru 54%, Menteri ATR Ajak Kampus Turun Tangan

BeritaTrend.id|Surabaya – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mendorong percepatan sertipikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Jawa Timur dengan melibatkan perguruan tinggi melalui program KKN tematik.

Upaya ini dinilai efektif untuk mencegah potensi sengketa tanah di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Nusron saat menyerahkan 2.532 sertipikat tanah wakaf dan rumah ibadah bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Nusron, capaian sertipikasi tanah wakaf di Jawa Timur saat ini baru mencapai 54 persen, sementara secara nasional masih di kisaran 42 persen.

Padahal, tanah wakaf yang belum bersertipikat rawan konflik, terutama ketika bersinggungan dengan proyek strategis nasional.

“Belajar dari Jawa Tengah, kami gandeng kampus lewat KKN tematik. Perguruan tinggi Islam negeri dan swasta akan kita ajak bersama agar seluruh tanah wakaf bisa bersertipikat,” ujar Nusron.

Dari ribuan sertipikat yang diserahkan, mayoritas merupakan tanah wakaf untuk masjid, musala, pesantren, dan wakaf produktif.

Selain itu, sertipikat juga diberikan untuk gereja, pura, wihara, hingga kongregasi, serta ratusan sertipikat Hak Pakai milik pemerintah daerah.

Sebagai bentuk penguatan sinergi, Pemprov Jawa Timur dan Kanwil BPN Jatim menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna mempercepat pendataan dan sertipikasi tanah wakaf serta rumah ibadah secara valid dan akuntabel.

Gubernur Khofifah menyambut baik langkah tersebut dan mengajak seluruh kepala daerah di Jawa Timur aktif menjadi motor percepatan sertipikasi tanah demi kepastian hukum.

“Ini bagian penting dari penguatan hak atas tanah, termasuk untuk lembaga pendidikan dan rumah ibadah,” kata Khofifah.