BeritaTrend.id.- Jakarta Kamis, 08/05/25. – Pemerintah pusat kembali menyoroti lambatnya realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya percepatan belanja pemerintah daerah (Pemda) demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rapat koordinasi nasional secara virtual, Kamis (8/5/2025), Mendagri menyampaikan bahwa realisasi belanja APBD per 30 April 2025 baru mencapai Rp214,88 triliun atau 15,44 persen, menurun secara persentase dibanding tahun lalu di periode yang sama, yakni 16,32 persen.
“Kelambatan pengadaan barang dan jasa jadi hambatan utama. Akibatnya belanja rendah, uang tidak beredar, ekonomi tidak tumbuh,” tegas Tito.
Sementara itu, realisasi pendapatan APBD tercatat sebesar Rp292,75 triliun atau 21,88 persen, juga mengalami penurunan dari sisi persentase dibanding 2024 (22,89 persen).
Mendagri mengingatkan pentingnya keseimbangan antara belanja dan pendapatan, serta pemanfaatan APBD untuk program prioritas seperti penurunan kemiskinan ekstrem dan penyediaan makanan bergizi.
“Punya uang banyak tapi tidak dibelanjakan itu percuma. Ekonomi tidak akan bergerak,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, turut hadir Kepala LKPP Hendrar Prihadi, Kepala BPS Amalia Adininggar, serta Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Para kepala daerah diminta memahami proses pengadaan dan tren ekonomi demi menyusun kebijakan yang tepat dan responsif.