Hukum  

PWI Tangsel Desak Usut Tuntas Pengeroyokan Wartawan

BeritaTrend.id.|Kota Tangerang Selatan – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang Selatan angkat suara terkait aksi pengeroyokan yang dialami seorang wartawan saat menjalankan tugas peliputan di Kabupaten Serang, Banten.

PWI Tangsel mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dan menghukum para pelaku sesuai aturan.

Ketua PWI Tangsel, Edy Riyadi, mengecam keras tindakan kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di area pabrik PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Kamis (21/8).

Baca artikel ini menarik  Pegawai Pemkot Tangsel Nongkrong di Kantin Saat Jam Kerja

“Saya harap aparat penegak hukum segera menangkap dan menghukum pelaku pengeroyokan sesuai hukum yang berlaku,” ujar Edy, Jumat (22/8).

Edy juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum Brimob di lokasi pabrik saat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kunjungan.

Ia mempertanyakan alasan keberadaan aparat tersebut di tempat yang menurutnya bukan objek vital negara.

Baca artikel ini menarik  Bandit Curanmor Bersenpi Rakitan Diringkus di Tangerang

“Kenapa ada oknum Brimob di sana? Apa kepentingannya? Apa mereka disewa?” tegas Edy.

Ia meminta Kapolda Banten turun tangan untuk menelusuri keberadaan oknum Brimob itu.

Menurutnya, jika benar ada keterlibatan aparat sebagai pengamanan bayaran perusahaan, hal tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Kapolda harus bisa memastikan apa kepentingan anggota itu. Kalau benar mereka dibayar perusahaan, ini bisa mencederai kepercayaan masyarakat pada polisi,” ucapnya.

Baca artikel ini menarik  Setelah OTT KPK, Proyek Jalan Lintas Sumatera di Labura Tiba-Tiba Dikerjakan di Hari Minggu

Edy menekankan agar insiden pengeroyokan jurnalis tidak terulang kembali.

Sebab, wartawan bekerja menjalankan fungsi pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Peristiwa ini jangan didiamkan. Harus segera ditindaklanjuti. Saya harap Kapolda tidak tutup mata dan pemerintah daerah juga ikut memperhatikan kasus ini,” pungkasnya.