BeritaTrend.id|– Pekanbaru – Puisi berjudul Tetaplah Bodoh karya Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Fathul Wahid, mendadak viral di media sosial.
Puisi bernuansa kritik sosial-politik itu dibacakan secara berantai oleh Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Firdaus dan jajaran pengurus SMSI saat acara tutup tahun, 31 Desember 2025.
Puisi tersebut menarik perhatian publik karena menggunakan diksi “bodoh” secara ironis untuk menyindir apa yang disebut Fathul sebagai “kepintaran palsu” dalam praktik kekuasaan.
Alih-alih ajakan untuk tidak berpikir, puisi ini justru mendorong masyarakat agar tetap kritis dan berani melawan pembodohan sistemik.
Dalam beberapa baitnya, Fathul menyoroti isu kerusakan lingkungan, deforestasi, hingga alih fungsi hutan yang berdampak pada bencana banjir di Sumatera.
Ia juga menyindir narasi pejabat yang menyebut bencana sebagai “takdir”, serta pernyataan soal kayu gelondongan yang “tumbang sendiri”.
Tak hanya itu, puisi Tetaplah Bodoh juga menyinggung kebijakan pemerintah yang menolak bantuan asing dalam penanganan bencana dengan alasan martabat bangsa.
Kritik tersebut dibungkus sarkasme tajam yang dinilai relevan dengan situasi sosial-politik saat ini.
Puisi ini sebelumnya dibacakan langsung oleh Prof Fathul Wahid dalam acara Kenduri dan Doa Ibu-ibu Berisik di Bundaran UGM, Yogyakarta, pada 22 November 2025.
Respons positif netizen pun mengalir deras, menilai puisi ini sebagai bentuk perlawanan intelektual terhadap normalisasi ketidakadilan.


