Hukum  

PGPI Bandung Gelar FGD Lawan Intoleransi

BeritaTrend.id.|Bandung – Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Bandung Raya menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema strategi menghadapi intoleransi di Jawa Barat.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin (25/8/2025) di GPKdI Bethel, Jalan Raya Lembang No.134D, Bandung, dan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai gereja dan organisasi lintas iman.

FGD dibuka dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Derisman. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam merespons isu intoleransi.

“Kita harus menjadi agen perubahan yang membawa damai dan toleransi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dua narasumber hadir dalam diskusi ini, yakni H. Harapan Nainggolan M.Min., M.Th. dari Pembimas dan Wawan Gunawan dari Jakatarub.

  • Harapan menyoroti pentingnya pendidikan multikultural, literasi media, dan dialog antaragama. “Kita tidak sedang membela satu agama, melainkan hak-hak sipil warga negara. Rumah ibadah adalah pusat spiritual sekaligus identitas kolektif,” tegasnya.
  • Sementara itu, Wawan menekankan bahwa toleransi juga harus dibangun dari internal umat Kristiani. Ia mengingatkan bahwa para pendiri bangsa tidak pernah mendirikan negara berbasis agama. “Dalam Sumpah Pemuda pun tidak ada syarat satu agama, melainkan satu bangsa, tanah air, dan bahasa: Indonesia,” kata Wawan.

Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang bisa langsung diterapkan, antara lain:

  1. Pemetaan masalah per wilayah dengan pendekatan khas sesuai kebutuhan lokal.
  2. FGD lanjutan untuk memperkuat strategi dan aksi nyata.
  3. Membangun sinergi antar gereja dengan menghapus ego sektoral.

PGPI Bandung Raya berharap kegiatan ini menjadi momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan antar gereja.

Lebih jauh, forum ini diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret dalam meredam potensi intoleransi di Jawa Barat.