Daerah  

Pengawas “Pasang Badan”, Kepala Sekolah SMPN 1 Pulau Rakyat Kabur Saat Diperiksa Soal Dana BOS

BeritaTrend.id. – Asahan Rabu, 07/05/25. – Dugaan penyimpangan dana BOS tahun 2024 di SMP Negeri 1 Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, makin menjadi sorotan.

Kunjungan tim wartawan ke sekolah tersebut, Selasa (30/04/2025), justru disambut dengan aksi “pasang badan” dari pengawas pendidikan Dinas Pendidikan Asahan, Aswin Muin, M.Pd., sementara kepala sekolah memilih menghindar dan menolak audiensi.

Saat dikonfirmasi, Aswin bersikukuh membela sekolah.

“Menurut saya, pengelolaan dana BOS di sekolah ini sudah sesuai, tidak ada temuan,” ujar Aswin percaya diri.

Namun pernyataan itu langsung dikonfrontir oleh wartawan dengan data dan temuan lapangan.

Fakta Lapangan Berbanding Terbalik

Tim media menemukan kondisi fisik sekolah sangat memprihatinkan.

Bangunan sekolah terlihat kusam, plafon banyak yang bolong, daun pintu pecah, lantai selasar rusak, dan pagar masjid hanya terbuat dari rangka tanpa penyelesaian.

Ironisnya, tidak ada jejak anggaran perawatan yang tampak terealisasi.

Menanggapi hal tersebut, Aswin mulai mengelak. “Kami hanya membimbing dan mendampingi, bukan mengawasi soal keuangan. Itu wewenang inspektorat dan BPKP,” kilahnya berputar-putar.

LSM: Pengawas Lepas Tanggung Jawab

Ketua LSM Sidik Perkara DPP Sumut, Agus Harahap, SH, mengecam sikap pengawas yang dianggap bertele-tele dan melepas tanggung jawab.

“Kalau memang pengawas, seharusnya tahu dan melaporkan kondisi dana BOS. Jangan malah membela mati-matian,” tegas Agus.

Ia juga menilai tindakan kepala sekolah yang menghindar dari wartawan sebagai sinyal kuat adanya indikasi penyalahgunaan dana negara.

“Kalau memang tidak salah, kenapa menghindar? Kami akan melayangkan konfirmasi tertulis,” tambahnya.