PalmCo Gandeng BOSF Selamatkan Orang Utan

BeritaTrend.id. – Jakarta Senen, 30/06/25. – Upaya penyelamatan satwa liar Indonesia mendapat napas baru.

Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo mengukuhkan perannya bukan hanya sebagai pengelola sawit, tetapi juga sebagai pelaku konservasi satwa langka.

Bersama Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), PalmCo mendukung rehabilitasi penuh terhadap Orang Utan Kalimantan yang kini kian terdesak akibat perusakan habitat dan praktik ilegal.

Komitmen itu diwujudkan lewat program penyelamatan terhadap tiga individu Orang Utan: Oka, Christina, dan Zahri.

Ketiganya pernah mengalami nasib tragis—dari korban pemeliharaan ilegal hingga perdagangan satwa.

Namun kini, berkat rehabilitasi jangka panjang di pusat konservasi BOSF, mereka mulai menunjukkan tanda siap kembali ke alam bebas.

“Ini bukan sekadar kegiatan CSR. Ini tanggung jawab ekologis yang harus kami emban sebagai bagian dari industri yang memanfaatkan sumber daya alam,” kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, dalam keterangan tertulis.

Sekolah Hutan: Kelas Khusus untuk Hidup Mandiri

Perjalanan Oka, Christina, dan Zahri tidak singkat. Setelah melewati masa karantina dan pemeriksaan medis, mereka mengikuti proses yang dikenal sebagai Sekolah Hutan.

Di sinilah, kemampuan dasar untuk bertahan hidup—memanjat, mencari pakan alami, hingga mengenali ancaman—dilatihkan ulang selama bertahun-tahun.

Oka, misalnya, ditemukan dalam kondisi lemah dan terinfeksi hepatitis B pada 2018.

Namun kini, ia dikenal sebagai petualang tangguh di Pulau Bangamat.

Christina, yang dulunya dipelihara layaknya bayi manusia dan diberi nasi serta permen, kini telah mandiri di Pulau Salat.

Sementara Zahri, si jantan tangguh hasil sitaan warga, mampu menjelajah hutan tanpa bantuan pakan buatan.

“Perilaku mereka sekarang menunjukkan insting liar yang kuat. Mereka semakin siap dilepasliarkan,” kata Hendra Wijaya, anggota tim rehabilitasi BOSF.

Dari Perkebunan ke Konservasi: ESG dalam Aksi Nyata

Langkah PalmCo ini bukan langkah tunggal. Perusahaan yang mengelola ratusan ribu hektare kebun sawit itu juga menempati posisi teratas dalam implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pada Oktober 2024, PalmCo tercatat sebagai perusahaan sawit dengan skor ESG tertinggi kedua di dunia, berdasarkan pemeringkatan S&P Global Corporate Sustainability Assessment (CSA).

Prestasi ini menempatkan PalmCo di urutan delapan dari 386 perusahaan global di sektor produk pangan, dan yang tertinggi dari Asia Tenggara.

“Bagi kami, ESG bukan sebatas laporan, tapi soal meletakkan fondasi industri ini pada masa depan yang berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Rencana Ke Depan: Dari Energi Bersih hingga Restorasi Hutan

Tidak berhenti di Orang Utan, PalmCo tengah menyiapkan program lanjutan, mulai dari penggunaan energi terbarukan berbasis biogas, hingga restorasi habitat yang melibatkan masyarakat.

Kolaborasi lanjutan dengan BOSF pun tengah dipersiapkan untuk memperluas cakupan pelestarian satwa.

“Kami percaya, tidak perlu ada dikotomi antara produksi dan pelestarian. Dari kebun yang dikelola dengan hati, kita bisa memulihkan harapan bagi alam,” kata Jatmiko.

Dengan langkah ini, PalmCo membuktikan bahwa bisnis bisa berjalan seiring dengan upaya menyelamatkan masa depan bumi dan satwa yang menghuninya.