BeritaTrend.id. – Serang, Banten – Desa Nambo Udik, sebuah desa yang dulunya tenang dengan hamparan sawah hijau dan kehidupan agraris yang kental, kini berubah wajah menjadi kawasan industri yang dinamis.
Terletak di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, desa ini menjadi saksi nyata pergeseran ekonomi lokal dari sektor pertanian menuju industri manufaktur.
Selama puluhan tahun, mayoritas penduduk Desa Nambo Udik menggantungkan hidup dari hasil pertanian.
Lahan-lahan subur menjadi sumber utama penghidupan.
Namun, dalam satu dekade terakhir, perubahan mulai terjadi secara perlahan namun pasti.
Kawasan ini mulai dilirik investor sebagai lokasi strategis untuk pengembangan industri.
“Kami tidak bisa menolak arus zaman. Ketika pabrik-pabrik mulai masuk dan membuka lapangan kerja, masyarakat pun mulai beralih. Dari petani menjadi buruh,” kata Juhri, Lurah Desa Nambo Udik, saat ditemui beritatrend.id pada Rabu (28/05/25).
Perubahan Ekonomi, Pergeseran Budaya
Transformasi ekonomi ini bukan tanpa dampak.
Masyarakat yang sebelumnya terbiasa bekerja di lahan sawah kini menghadapi realitas baru: mesin, shift kerja, dan target produksi.
Gaya hidup pun berubah. Waktu luang berkurang, dan nilai-nilai gotong royong mulai bergeser menjadi hubungan kerja formal.
“Tantangan kami sekarang adalah bagaimana memastikan warga tetap mendapatkan penghasilan yang layak dan hidup sejahtera di tengah perubahan ini,” ujar Juhri.
Juhri mengakui, perubahan ini menimbulkan dilema.
Di satu sisi, industrialisasi membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan sebagian warga.
Namun di sisi lain, tidak semua warga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja industri.
Ini menimbulkan potensi kecemburuan sosial dan pengangguran terselubung.
Kolaborasi Pemerintah Desa dan Industri
Menjawab tantangan tersebut, pihak pemerintah desa mengambil langkah proaktif.
Lurah Juhri menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di wilayah Nambo Udik agar warga lokal mendapatkan prioritas dalam perekrutan tenaga kerja.
“Saya selalu berkoordinasi dengan pabrik-pabrik yang ada di sini agar warga Nambo Udik diberikan kemudahan menjadi karyawan. Tujuannya untuk menanggulangi pengangguran dan menjaga harmonisasi sosial,” tambahnya.
Upaya ini mulai membuahkan hasil. Beberapa perusahaan telah membuka jalur rekrutmen khusus bagi warga desa.
Pelatihan kerja dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi agenda penting dalam mendukung transisi ini.
Masa Depan Desa Nambo Udik
Masa depan Nambo Udik masih terus ditulis.
Di tengah tantangan dan peluang, desa ini berada di persimpangan jalan antara mempertahankan identitas agraris atau sepenuhnya beradaptasi dengan industrialisasi.
Bagi Lurah Juhri, keberhasilan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.
“Kami ingin pembangunan ini menyentuh semua lapisan masyarakat. Jangan sampai ada yang tertinggal,” tutupnya.
Desa Nambo Udik hari ini mungkin sudah tidak lagi sama dengan satu dekade lalu.
Tapi semangat warganya untuk bertahan, belajar, dan tumbuh bersama—itulah yang menjadikan desa ini contoh nyata dinamika pembangunan di Indonesia.