BeritaTrend.id|– Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran dan efisien.
Hal ini disampaikannya dalam acara Sosialisasi Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial Tingkat Nasional yang digelar secara hybrid di Kantor Kemendagri, Kamis (4/12/2025).
Tito menjelaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci untuk mengatasi berbagai persoalan dalam pendistribusian bansos, seperti data penerima yang tidak valid, perpindahan alamat, perubahan status ekonomi, hingga penerima yang sudah meninggal namun masih terdaftar.
“Data penduduk terus bergerak. Ada yang berpindah, meningkat status ekonominya, bahkan meninggal dunia namun masih tercatat. Digitalisasi diperlukan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mempercepat transformasi digital bansos.
Salah satu contoh keberhasilan uji coba (pilot project) telah berjalan di Banyuwangi dan dinilai efektif.
Menurut Tito, dukungan data biometrik dari Ditjen Dukcapil yang telah mencakup 99 persen penduduk Indonesia—meliputi sidik jari, iris mata, dan pengenalan wajah—menjadi fondasi penting dalam mencegah duplikasi penerima.
Data tersebut juga menjadi basis penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang melibatkan Bappenas dan BPS.
“Dengan DTSEN dan sistem digital, penyaluran bansos bisa lebih transparan, akurat, dan efisien,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, MenPANRB Rini Widyantini, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

