Peran Zakat dalam Pembangunan Sosial
Zakat memiliki posisi strategis dalam pembangunan sosial. Data Baznas menunjukkan bahwa potensi zakat nasional bisa mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.
Namun, realisasi penghimpunannya masih jauh dari angka tersebut.
Pemanfaatan zakat yang terarah dapat membantu mengurangi angka kemiskinan, mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu, hingga memperluas akses kesehatan.
Dengan dukungan Pemda, zakat dapat diposisikan sebagai instrumen pembangunan lokal yang selaras dengan program pemerintah.
Tantangan utama adalah bagaimana memastikan transparansi, akuntabilitas, serta inovasi dalam pengelolaan dana zakat.
Baznas menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi, termasuk melalui digitalisasi layanan zakat dan penyaluran bantuan berbasis data.
Kiprah Kemanusiaan Baznas di Tingkat Global
Selain di dalam negeri, Baznas juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan ke luar negeri.
Salah satu yang paling menonjol adalah dukungan kepada rakyat Palestina.
Menurut Noor Achmad, Baznas ingin memastikan bahwa solidaritas kemanusiaan bangsa Indonesia tetap hadir dalam situasi krisis global.
“Bantuan yang kami salurkan bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata kepedulian rakyat Indonesia terhadap penderitaan kemanusiaan,” ujar Noor.
Tito mengapresiasi langkah tersebut. Baginya, kehadiran Baznas di panggung internasional menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya bangsa yang peduli terhadap persoalan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi aktif di dunia internasional.
Harapan ke Depan
Pertemuan antara Mendagri dan Baznas itu tidak hanya sebatas diskusi, melainkan juga penguatan komitmen bersama.
Tito berharap, sinergi Baznas dengan Pemda, BNPP, maupun kementerian terkait dapat melahirkan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat kecil.
Ke depan, layanan kesehatan bergerak seperti Kapal Ambulans Laut diharapkan semakin diperbanyak.
Begitu pula optimalisasi zakat di daerah-daerah, agar potensi besar umat dapat dirasakan manfaatnya secara nyata.
“Dengan gotong royong semua pihak, saya yakin persoalan sosial di daerah dapat diatasi secara menyeluruh,” kata Tito.
Pertemuan yang dihadiri pula oleh Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, serta sejumlah pejabat dari Baznas dan Kemendagri ini mempertegas arah kolaborasi pemerintah dengan lembaga zakat.
Langkah ini sejalan dengan semangat pembangunan inklusif, di mana zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga instrumen nyata dalam menciptakan kesejahteraan sosial.


